Wolverhampton Wanderers v Chelsea - Premier LeagueGetty Images Sport

"Memang Pada Suka 'Bacot'!" - Cole Palmer Tanggapi Rumor Dirinya Di Chelsea

  • Palmer cetak hat-trick lawan Wolves

    Musim ini memang terbilang mengecewakan bagi Cole Palmer jika diukur dari standar tinggi yang ia tetapkan dari performa-performa gemilangnya dua musim terakhir. Masalah kebugaran dan cedera membuat konsistensinya terganggu di Chelsea. Namun, penampilan di Molineux menjadi pengingat bahwa terlalu dini untuk meragukan kualitasnya.

    Palmer menjadi bintang utama saat The Blues menundukkan juru kunci klasemen Liga Inggris, Wolves, dengan skor 3-1. Gol pembuka tercipta cepat ketika Palmer mengecoh Jose Sa dari titik putih setelah Joao Pedro dijatuhkan di kotak penalti pada menit ke-13.

    Tak lama berselang, penyerang Brasil itu kembali dilanggar dengan didorong dari belakang saat berlari bebas menuju gawang, menghadiahkan penalti kedua bagi Chelsea. Palmer kembali maju sebagai algojo, menempatkan bola ke sudut berlawanan, sementara Sa kembali salah arah.

    Hat-trick babak pertama pun tuntas ketika eks pemain Manchester City itu melepaskan tembakan keras ke atap gawang dari jarak dekat, memanfaatkan umpan tarik Marc Cucurella. Palmer merayakannya dengan selebrasi 'merinding' khasnya sebelum menutup telinga, sebuah gestur yang mengisyaratkan bahwa ia ogah mendengar “kebisingan” di sekitarnya.

  • Iklan
  • Wolverhampton Wanderers v Chelsea - Premier LeagueGetty Images Sport

    Palmer tanggapi rumor

    Dalam beberapa pekan terakhir, desas-desus soal masa depan Palmer terus bermunculan. Sejumlah laporan mengklaim gelandang Chelsea itu tak betah di London dan ingin kembali ke Manchester, tempat ia dibesarkan. Palmer dikenal sebagai penggemar Manchester United dan merupakan produk akademi Manchester City, sehingga namanya pun dikaitkan dengan potensi transfer ke Old Trafford sebagai calon pengganti Bruno Fernandes.

    Namun, usai laga melawan Wolves, Palmer dengan cepat mematahkan spekulasi tersebut. Kepada Match of the Day BBC, ia mengatakan: “Memang suka pada bacot, 'kan? Saya tidak terlalu memperhatikan itu semua."

    “Kita memang melihat berbagai hal di luar sana. Tapi saya merasa di posisi yang kuat, jadi saya tidak menaruh perhatian pada hal-hal seperti itu.”

  • Menikmati kehidupan di bawah Liam Rosenior

    Sejak menukar biru Manchester dengan biru London, Palmer berkembang menjadi sosok pilar di Chelsea, tak peduli siapa pelatihnya. Ia direkrut oleh Mauricio Pochettino, dan di bawah asuhannya ia melejit dari pemain pinggiran menjadi salah satu talenta paling menonjol di Liga Primer Inggris.

    Setelah Pochettino pergi, Enzo Maresca menjadikannya pusat permainan. Palmer pun berperan besar membawa Chelsea finis di zona Liga Champions serta meraih trofi Liga Konferensi dan Piala Dunia Antarklub.

    Kini, di era Liam Rosenior, Palmer kembali beradaptasi dan sejauh ini ia menikmati prosesnya. 

    “Hidup di bawah Liam luar biasa,” ujarnya. “Dia memberi kami kepercayaan diri. Dia membiarkan kami menjadi diri sendiri, bermain dengan bebas. Saya yakin saat kondisi saya benar-benar fit, kalian akan melihat versi terbaik dari saya. Dia dan seluruh staf memberi kami keyakinan di lapangan latihan, dengan strategi dan cara bermain yang kami terapkan. Saya sangat menyukainya.”

  • Wolverhampton Wanderers v Chelsea - Premier LeagueGetty Images Sport

    Momentum Chelsea terus berlanjut

    Chelsea mengawali era Rosenior dengan tujuh kemenangan dari sembilan laga dan menjaga momentum untuk finis di zona Liga Champions. The Blues berada di posisi kelima, yang kemungkinan besar berarti tiket UCL, dan berambisi memangkas jarak dengan tim-tim di atas mereka. Saat ini, mereka hanya terpaut empat poin dari Aston Villa yang menempati peringkat ketiga.

0