GOAL 2026 Predictions GFXGOAL

Chelsea PECAT Penggantinya Maresca, Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City & Tujuh Prediksi GOAL Untuk Liga Inggris 2025/26 Paruh Kedua

Adapun, sulit menebak ke mana arah langkah sang juara bertahan, Liverpool. Pasukan Arne Slot telah melewati enam bulan yang penuh gejolak dan ketidakpastian. Di London barat, chaos seolah tak pernah lepas dari citra Chelsea setelah kepergian Enzo Maresca, sementara Ruben Amorim seperti punya kekuatan super aneh untuk meraih hasil positif setiap kali posisinya di Manchester United tampak berada di ujung tanduk.

Di dasar klasemen, Wolves terlihat hampir pasti terdegradasi meski akhirnya meraih kemenangan pertama dengan membantai West Ham 3-0. Pertanyaannya kini: siapa yang akan menyusul mereka turun kasta?

Di bawah ini, GOAL menyajikan prediksi-prediksi berani untuk paruh kedua Liga Primer Inggris musim 2025/26...

  • Liverpool v Leeds United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Liverpool terus merosot

    Tak ada yang benar-benar mengimani anggapan bahwa Arne Slot akan dipecat dalam waktu dekat—terlebih karena pelatih asal Belanda itu baru mengangkat trofi Liga Inggris setengah tahun yang lalu. Liverpool juga sudah bangkit dari periode performa memalukan yang bersejarah, dengan mengumpulkan sembilan laga tak terkalahkan lintas kompetisi yang membawa mereka kembali ke zona Liga Champions.

    Namun, dalam lima pekan terakhir, GOAL nyaris tak melihat satu pun indikator yang menunjukkan Liverpool benar-benar bergerak ke arah yang lebih baik. Slot mungkin telah menghentikan tren negatif The Reds, tetapi tanda-tanda kemajuan sama sekali belum terlihat. Kalau boleh, rencana besar Liverpool kini terasa kabur, karena para pemain tampak kehabisan ide dan kreativitas. Ini kondisi mengkhawatirkan yang mencerminkan masalah serius di level manajerial.

    Slot dan timnya terus melakukan hal yang sama, mengucapkan narasi yang sama, berulang-ulang, namun entah mengapa tetap berharap hasil yang berbeda. Karena itu, meski Liverpool masih diprediksi lolos ke Liga Champions musim depan, optimisme tersebut lebih didorong oleh dua faktor eksternal: Inggris hampir pasti kembali mendapat jatah tambahan tiket Eropa, dan para pesaing The Reds dalam perebutan lima besar sedang menghadapi masalah yang bahkan lebih besar saat ini.

    Meski demikian, sorotan terhadap Slot dan pendekatan taktiknya dipastikan akan semakin tajam pada paruh kedua musim, dan kami sangat yakin memprediksi akan berakhir tanpa trofi. Ya, Liverpool kembali mengumpulkan poin, tetapi performa mereka masih membuat Anfield sesak oleh kekecewaan.

  • Iklan
  • Arsenal v Aston Villa - Premier LeagueGetty Images Sport

    Arsenal juara Liga Inggris dengan mudah

    Entah benar atau tidak, Arsenal terlanjur punya reputasi sebagai tim yang selalu ciut di laga-laga besar. Karena itu, tak sedikit yang menunggu momen runtuhnya meriam The Gunners saat memasuki fase penentuan gelar. Namun kami justru melihat sebaliknya. Meski beban psikologis mengejar titel pertama sejak 2004 tentu ada, Arsenal tampaknya tidak akan benar-benar mendapat tekanan—setidaknya dari luar.

    Juara bertahan Liverpool praktis sudah tersingkir dari persaingan. Manchester United, Chelsea, dan Tottenham punya lawakan mereka masing-masing. Sementara itu, rentetan kemenangan Aston Villa memang terasa terlalu indah untuk bertahan lama. Fakta bahwa Arsenal yang menghentikannya dengan kemenangan telak semakin membuktikan prediksi ini.

    Manchester City tentu jagonya kalau bicara soal menikung Arsenal di garis akhir. Namun skuad Pep Guardiola kali ini tak lagi sekuat sebelumnya. Beberapa rekrutan anyar gagal total menutup lubang yang ditinggalkan para pendahulu legendaris mereka.

    Sebaliknya, Arsenal justru berada di titik terkuat sepanjang era Mikel Arteta, setidaknya secara defensif. Pelatih asal Spanyol itu mampu melewati paruh pertama musim dengan relatif tenang meski diterpa berbagai masalah cedera, berkat kedalaman skuad yang ia miliki di Emirates.

    Mengingat Arsenal sudah menjalani sebagian besar laga tandang melawan rival-rival utama mereka, maka skenario juara dengan dominasi terasa lebih mendekati keniscayaan ketimbang sekadar kemungkinan.

  • Enzo Maresca Chelsea 2026Getty Images Sport

    Chelsea memecat PENGGANTINYA Enzo Maresca

    Enzo Maresca memang mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub untuk Chelsea enam bulan lalu, namun kepergiannya tak bisa dibilang mengejutkan. The Blues terjun bebas dari peringkat dua usai hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan laga terakhir Maresca, dan sinyal perpisahan sebenarnya sudah terlihat sejak pelatih asal Italia itu secara terbuka mengkritik klub karena merasa kurang mendapat dukungan, hanya 48 jam setelah kekalahan menyakitkan dari Atalanta di Bergamo pada ajang Liga Champions.

    Karena itu, kabar bahwa Liam Rosenior disiapkan sebagai pengganti Maresca juga tak terlalu mengejutkan. Rosenior saat ini bekerja di Strasbourg, klub yang merupakan adiknya Chelsea setelah sama-sama dimiliki BlueCo.

    Memang, Rosenior tampil cukup impresif di Prancis. Strasbourg kini berada di posisi ketujuh Ligue 1 dan melaju ke babak 16 besar Liga Konferensi sebagai pemuncak klasemen fase liga. Namun, sulit untuk benar-benar antusias dengan penunjukan pelatih yang belum pernah menangani—bahkan bermain di—klub elite Eropa, serta pernah dipecat Hull City karena pendekatan taktiknya yang dianggap tak realistis. Meski dikenal karismatik dan dekat dengan para pemain, ia pelatih yang masih sangat muda (41 tahun!).

    Dengan latar belakang seperti itu, bukan mustahil para suporter akan cepat menuntut pemecatannya jika Chelsea gagal mengamankan tiket Liga Champions. Dan jika itu terjadi, dewan klub yang arah strateginya semakin tak jelas juntrungannya bisa saja kembali berburu pelatih baru musim panas nanti.

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • West Ham United v Fulham - Premier LeagueGetty Images Sport

    West Ham terdegradasi

    Kami sudah memprediksi West Ham United akan terdegradasi bahkan sebelum dibantai Wolves 3-0 akhir pekan lalu, dan kekalahan memalukan itu semakin menguatkan keyakinan kami.

    The Hammers pasti akan mendukung Nuno Espirito Santo dengan dana segar di bursa transfer. Mereka dikabarkan tinggal selangkah lagi mendatangkan Pablo Felipe dan Taty Castellanos dengan total nilai sekitar £47 juta. Namun, kami sama sekali tidak yakin keduanya akan mampu mematahkan kutukan lini depan West Ham, terutama mengingat keseluruhan tim tampil begitu buruk.

    Para owner yang memang sudah sepatutnya panen celaan mungkin tidak sepenuhnya keliru saat memecat Graham Potter pada akhir September. Hasil dan kualitas permainan mantan manajer Chelsea itu sama-sama mengecewakannya. Namun, di bawah penerusnya, tidak ada tanda-tanda perbaikan berarti—baik dari sisi performa maupun hasil akhir.

    Meski memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Lucas Paqueta dan Jarrod Bowen, tidak ada klub yang terlalu besar atau terlalu bagus untuk terdegradasi—terlebih tim yang kebobolan terlalu banyak gol dan gagal mencetak gol dalam jumlah yang sepadan. Dalam sepakbola, itu adalah resep paling pasti menuju degradasi. Dan kini mereka sudah masuk zona merah...

  • Sunderland v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Pep Guardiola meninggalkan Manchester City

    Pep Guardiola belum lama ini kembali menegaskan bahwa setiap musim ia selalu ditanya soal kemungkinan meninggalkan Manchester City. Namun, kali ini, spekulasi mengenai masa depannya terasa berbeda.

    Kontrak Guardiola memang masih menyisakan sekitar 18 bulan, dan sang manajer bersikeras bahwa ia bahagia di Etihad. Para pemilik Man City yang berbasis di Abu Dhabi pun terus menunjukkan dukungan penuh dengan tetap mengucurkan dana besar untuk memperkuat skuad pelatih asal Catalonia itu, dengan Antoine Semenyo disebut-sebut sebagai rekrutan berikutnya.

    Meski demikian, Man City diam-diam dikabarkan sudah mulai menyusun rencana suksesi. Enzo Maresca dilaporkan menjadi target utama mereka, apalagi kini sang pelatih Italia bisa direkrut usai memilih angkat kaki dari Chelsea.

    Tentu saja, masih banyak variabel lain yang bisa memengaruhi keputusan Guardiola, termasuk hasil tuntutan pihak Liga Primer Inggris terhadap Man City terkait lebih dari 100 dugaan pelanggaran regulasi finansial. Namun, seperti yang pernah ia akui sendiri, Guardiola memang akan mundur “cepat atau lambat”. Dan firasat kami mengatakan, ia akan memilih pergi dengan elegan, menutup satu dekade yang benar-benar transformatif bersama Manchester City, lalu melangkah pergi saat matahari mulai terbenam.

  • Sunderland v Newcastle United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Sunderland lolos ke Eropa

    Apa yang dilakukan Sunderland sepanjang paruh pertama musim ini benar-benar luar biasa. Jangan lupa, ketiga tim promosi sekali lagi diprediksi bakal langsung terjun bebas kembali ke Championship.

    Memang, Sunderland menghamburkan banyak uang di bursa transfer, tapi itu justru menghadirkan tantangan tersendiri bagi Regis Le Bris. Sang pelatih dipaksa mengintegrasikan segudang pemain baru ke dalam timnya hampir tanpa masa transisi. Tugas yang sama sekali tidak sederhana—tanyakan saja pada Arne Slot dengan dua manusia ratusan juta poundsterling yang lama betul nyetel-nya.

    Namun Le Bris menanganinya dengan sangat cerdas. Saat tulisan ini dibuat, Sunderland bertengger di peringkat delapan, hanya terpaut empat poin dari Liverpool yang menempati posisi keempat.

    Kami tidak yakin The Black Cats punya daya gedor yang cukup untuk menembus Liga Champions. Tetapi satu tiket ke kompetisi Eropa jelas sangat realistis. Sunderland adalah mimpi buruk bagi tim tamu di Stadium of Light, memiliki pertahanan terbaik ketiga di liga dengan hanya kebobolan 19 gol, dan sepanjang musim ini hanya Arsenal yang mencatat kekalahan lebih sedikit dari mereka.

  • Manchester United v Wolverhampton Wanderers - Premier LeagueGetty Images Sport

    Ruben Amorim tak dipecat Manchester United

    Ruben Amorim sebenarnya sangat beruntung masih duduk di kursi pelatih Manchester United. Pendahulunya, Erik ten Hag. yang mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga, dipecat setelah start buruk musim 2024/25 kemarin. Namun ironisnya, performa tim justru tak membaik sama sekali di bawah Amorim.

    Bahkan sebaliknya. Setan Merah semakin terbelakang selama masa kepemimpinannya, mencatat serangkaian rekor memalukan dan menutup musim dengan finis Liga Primer Inggris terburuk sepanjang sejarah klub: peringkat ke-15. Puncak kehinaan itu datang di final Liga Europa, ketika mereka dipermalukan Tottenham—tim yang selama ini dikenal sebagai spesialis gagal di laga besar.

    Sekilas, situasinya memang terlihat lebih baik musim ini. Man United berada di peringkat enam, hanya terpaut tiga poin dari Liverpool di peringkat empat. Namun, penuh perjuangan hanya untuk mendapat tiket Eropa jelas jauh di bawah ekspektasi setelah MU menghabiskan lebih dari £200 juta untuk merombak lini serang. Kenyataan pahitnya, permainan Man United masih buruk, sementara Amorim terus membingungkan dengan perubahan taktis di tengah laga yang kerap terasa aneh—dan sering kali justru merugikan tim.

    Meski demikian, kami tidak melihat Amorim akan dipecat hingga akhir musim. Pertama, kelemahan para pesaing—ditambah absennya Man United dari kompetisi Eropa—justru menempatkan mereka pada posisi yang cukup ideal untuk finis di enam besar. Narasi “progres” pun masih bisa dijual ke publik.

    Yang lebih krusial lagi, Sir Jim Ratcliffe tampaknya sudah terpojok dengan pilihannya sendiri. Ia telah menginvestasikan terlalu banyak waktu, uang, dan modal politik untuk merekrut, membela, dan menopang Amorim.

    Jadi, meskipun kami tidak sedikit pun ragu bahwa Amorim layak dipecat musim panas nanti, kami sepenuhnya memprediksi ia tetap akan memimpin Manchester United musim depan. Apalagi mengingat kekuatan super anehnya: ia selalu bisa memetik hasil positif ketika nasib sudah di ujung tanduk!

0