- Chelsea susah payah bekuk Leicester City
- Unggul 2-0 di babak pertama
- Terkejar jadi 2-2 setelah turun minum, namun menang dramatis di masa injury time
(C)Getty ImagesChelsea Paling Hobi Menyusahkan Diri Sendiri! Dramatis Sikat Leicester City Di Perempat-Final Piala FA
APA YANG TERJADI?
Chelsea secara dramatis mengalahkan Leicester City 4-2, Minggu (17/3), untuk mencapai semi-final Piala FA. Sempat memimpin 2-0 di Stamford Bridge, The Blues terpukul mundur sebelum menceploskan dua gol kemenangan di penghujung pertandingan.
Getty ImagesCHELSEA DOMINASI BABAK PERTAMA...
Chelsea mendominasi total jalannya babak pertama, dan sejatinya bisa unggul 4-0. The Blues membuka skor di menit ke-13 saat Nicolas Jackson dengan lihai mengobrak-abrik sisi kanan Leicester, sebelum memberikan mengoper ke Marc Cucurella untuk mencetak gol perdananya di Chelsea. Cole Palmer lalu menutup babak pertama yang dominan dengan menambah keunggulan tuan rumah di masa injury time, dengan menyelesaikan umpan Raheem Sterling.
Assist tersebut menjadi kontribusi positif pertama Sterling di semi-final Piala FA ini. Sebelumnya, ia gagal mengonversi penalti di menit 27, dan memblokir sepakan Mykhailo Mudryk yang mestinya bisa berbuah gol.
Getty Images...TAPI KECOLONGAN DI BABAK KEDUA
Hanya enam menit setelah interval, Leicester City sukses memangkas ketertinggalan buah gol bunuh diri spektakuler dari Axel Disasi. Mendapat tekanan dari Patson Daka, bek asal Prancis itu gagal mengarahkan back-pass-nya ke Robert Sanchez. Bola justru melambung pelan ke arah gawang, dan menghunjam masuk tanpa perlawanan.
Gagal meneruskan dominasi, Chelsea justru kecolongan gol spektakuler lagi pada menit 62. Stephy Mavididi menggocek Malo Gusto di dalam kotak penalti, sebelum melepaskan tembakan melengkung melewati Sanchez. Sebelas menit berselang, The Blues nyaris mendapat penalti setelah Callum Doyle melanggar Jackson di area berbahaya. Kendati demikian, VAR mendakwa peristiwa terjadi di luar kotak terlarang, namun Doyle tetap diusir keluar lapangan mecegah permainan yang berpotensi gol.
AKHIRNYA MENANG DRAMATIS
Untungnya kekonyolan pasukan Mauricio Pochettino di babak kedua tak berakibat fatal, dengan Carney Chukwuemeka, yang kembali setelah lama cedera, mencetak gol kemenangan di menit 90+2. Lewat satu-dua cantik dengan Palmer, gelandang berbakat 20 tahun itu menyelesaikan umpan back-heel rekannya tanpa cela.
Noni Madueke mencetak gol terakhir dan terbaik laga ini (mungkin setara dengan 'gol' spektakuler Disasi) pada menit kedelapan injury time. Mendapat bola dari Gusto, Noni meliuk-liuk melewati beberapa gelandang tim tamu sebelum melepaskan tendangan jarak jauh yang tak mampu dicegah kiper Jakub Stolarczyk.
Chelsea ke Wembley lagi!
SELANJUTNYA BUAT CHELSEA
Chelsea kembali merumput usai jeda internasional, menjamu Burnley pada 30 Maret pada ajang Liga Primer Inggris.



