Getty Images SportYang Penting HENGKANG! Saking MARAHNYA Sama Kelakuan Chelsea, Enzo Maresca Sampai Ikhlaskan Pesangon Rp300 MILIAR
Maresca tinggalkan Chelsea
Enzo Maresca resmi meninggalkan Chelsea pekan lalu atas kesepakatan bersama menyusul merosotnya posisi The Blues ke peringkat lima Liga Primer Inggris. Dalam sembilan laga terakhir Maresca sebagai manajer, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan lintas kompetisi.
Klub London Barat itu sudah menjalani laga perdananya tanpa Maresca, dengan manajer tim U-21 Calum McFarlane mampu memimpin Enzo Fernandez cs menahan Manchester City 1-1, Senin (5/1) dini hari WIB. Laporan The Sun menyebut Maresca sampai rela mengikhlaskan pesangon sebesar £14 juta (Rp314 miliar) demi angkat kaki dari Stamford Bridge, di tengah munculnya kabar bahwa ia sempat melakukan pembicaraan dengan Man City terkait kemungkinan menggantikan Pep Guardiola di masa depan.
(C)Getty ImagesMengapa Maresca pergi tanpa pesangon?
Menurut laporan tersebut, Maresca merasa sangat marah karena otoritasnya terus-terusan diusik oleh jajaran petinggi Chelsea, sampai ia bahkan tidak menegosiasikan kondisi kepergiannya. Padahal, ia berhak atas pesangon sekitar £14 juta karena sudah meneken kontrak berdurasi lima tahun plus opsi perpanjangan semusim saat direkrut dari Leicester City pada 2024.
Dengan gaji sekitar £4 juta per musim, Maresca merelakan nominal yang teramat besar dengan pergi setelah hanya 18 bulan. Pihak pelatih asal Italia itu juga membantah keras laporan yang menyebut dirinya mencoba menekan Chelsea agar memberinya kontrak baru dengan memanfaatkan ketertarikan Manchester City.
Dalam pernyataan resmi kepergian Maresca, Chelsea mengatakan:
“Selama berada di klub ini, Enzo memimpin tim meraih kesuksesan di Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Pencapaian tersebut akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah modern klub, dan kami berterima kasih atas kontribusinya."
"Dengan sejumlah target penting yang masih diperebutkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi Liga Champions, Enzo dan klub percaya bahwa perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalurnya."
"Kami mendoakan yang terbaik untuk Enzo ke depannya.”
Ketegangan selama menangani Chelsea
Maresca juga disebut marah dengan beredarnya anggapan bahwa ia berselisih dengan staf medis klub setelah mempertaruhkan kesehatan pemain-pemain kunci seperti Cole Palmer dan Reece James. Ia merasa frustrasi karena harus sering berhadapan dengan para petinggi klub, terutama terkait pemilihan tim dan potensi pergantian pemain.
Meski demikian, Maresca diprediksi akan segera kembali ke pinggir lapangan. Legenda Liga Inggris Alan Shearer menilai reputasi Maresca justru tetap tinggi.
Top skor sepanjang masa EPL itu berkata: “Masa bakti Maresca di Chelsea seharusnya dipandang sebagai periode yang sukses. Mereka mengalahkan tim terbaik tahun lalu, PSG; dia mengalahkan Pelatih Terbaik Tahun Ini. Mereka memenangkan Liga Konferensi, yang memang sudah sesuai ekspektasi, tetapi tidak banyak yang menyangka mereka akan menjuarai Piala Dunia Antarklub."
"Mereka berada di sekitar empat besar, jadi bagi saya dia melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Dia pergi dengan reputasi tinggi. Saya rasa dia tidak akan kesulitan mendapatkan pekerjaan lain, mengingat kinerjanya di Chelsea dan Leicester City. Soal apakah dia bisa mendapat pekerjaan besar, itu tergantung. Ada pembicaraan soal Man City, tapi semuanya bergantung pada keputusan Pep Guardiola untuk pergi. Tapi yang jelas dia [Maresca] tak akan kesulitan mencari pekerjaan baik di Inggris maupun luar negeri.”
Shearer menambahkan: “Ketika masuk ke pekerjaan Chelsea, Anda tahu seperti apa klubnya, sangat berbeda dalam hal manajemen. Itu bukan kesalahan Maresca, melainkan orang-orang di atasnya. Model mereka jelas membeli pemain muda, mengembangkan mereka, memberi kontrak panjang yang gila hanya untuk dijual. Saya tidak yakin Anda bisa juara Liga Inggris dengan cara itu. Mungkin masuk empat besar karena bisa belanja, tapi pada intinya, pelatih berikutnya harus melakukan lebih baik dari yang baru saja pergi.”
Getty ImagesSelanjutnya untuk Chelsea
Meski imbang di kandang Man City bukan hasil terbaik, konteks situasi dan kondisi Chelsea saat ini harusnya membuat McFarlane bangga. The Blues mampu menahan The Citizens yang notabene merupakan tim dengan jumlah gol terbanyak se-Liga Inggris meski tak diperkuat Moises Caicedo, Marc Cucurella, serta kiper utama Robert Sanchez.
Saat ini Chelsea santer dikaitkan dengan Liam Rosenior, manajer klub Ligue 1 Strasbourg yang juga dimiliki oleh para owner Chelsea. Belum bisa dipastikan apakah McFarlane masih akan memimpin tim ketika Si Biru melawat ke markas tetangga sebelah, Fulham, Kamis (8/1) dini hari WIB mendatang.
Iklan

