Bintang muda Mesir Hamza Abdelkarim resmi dimasukkan ke skuad tim utama Barcelona untuk kampanye La Liga 2026-27. Penyerang berusia 18 tahun itu langsung memberi kesan besar kepada Hansi Flick dengan mencetak empat gol pada pramusim, serta mengenakan nomor punggung 29 hanya enam bulan setelah tiba di Catalunya dari raksasa Kairo, Al Ahly, pada Januari.
Barcelona mempromosikan talenta Mesir
Barcelona secara resmi telah mendaftarkan Abdelkarim ke skuad tim utama mereka untuk La Liga, sekaligus memberinya nomor punggung 29 setelah menjalani pramusim yang produktif. Penyerang berusia 18 tahun itu meyakinkan Flick soal potensinya setelah mencetak empat gol dalam laga-laga persahabatan musim panas. Setelah itu, ia masuk bangku cadangan untuk kemenangan telak Barcelona 5-0 atas Elche pada pertandingan pembuka.
Iklan
Getty Images Sport
Abdelkarim mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus
Setelah konfirmasi promosinya, penyerang asal Mesir itu menggunakan media sosial untuk mengakui pencapaian tersebut dan berterima kasih kepada manajer asal Jerman itu. Dalam unggahan di akun X resminya, Abdelkarim menulis: "Segala puji bagi Allah, saya secara resmi telah didaftarkan dalam skuad tim utama untuk musim La Liga saat ini. Terima kasih, pelatih Hansi Flick, atas kepercayaan Anda."
Perkembangan pesat mencerminkan potensi
Keputusan untuk mempercepat promosi Abdelkarim ke tim senior ini datang hanya enam bulan setelah kepindahannya dari Al Ahly. Remaja itu sudah memiliki pengalaman turnamen yang berharga, setelah tampil dalam perjalanan Mesir ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebelum mereka disingkirkan oleh Argentina. Flick kini bisa menyempurnakan pressing, permainan kombinasi, dan adaptasi fisik sang penyerang secara langsung di dalam grup senior.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Barcelona akan berupaya melanjutkan awal musim liga mereka yang meyakinkan sambil secara bertahap memasukkan para prospek yang sedang naik daun ke dalam rotasi. Abdelkarim harus menjaga konsistensi dalam latihan untuk mendapatkan debut kompetitifnya di tim senior dalam beberapa pekan ke depan. Kedalaman skuad yang ada di lini depan memberi staf pelatih kesabaran untuk mengelola perkembangannya tanpa memberikan tekanan langsung kepada remaja itu.