Vinicius mengalami masa-masa yang berat di Spanyol semenjak didatangkan dari Brasil di usia 18 tahun pada 2018. Musim-musim pertamanya di Real Madrid penuh inkonsistensi, sampai akhirnya Carlo Ancelotti berhasil memaksimalkan potensinya dan kini ia menjelma penyerang kelas dunia.
Vinicius merasa dicintai oleh pelatihnya, rekan satu timnya, presiden Florentino Perez, juga oleh Madridista di seluruh dunia. Tetapi situasi benar-benar jauh dari kata ideal ketika ia mengunjungi stadion lawan.
Ia bukan cuma merasa tak mendapat perlindungan dari wasit, melainkan juga harus menerima serangan rasisme selama bertahun-tahun. Ditambah kegagalan meraih Ballon d'Or serta ketertarikan dari Arab Saudi dan Liga Primer Inggris, Vinicius berpotensi mencari klub baru, sementara kontraknya di Real Madrid habis pada 2027.