- Edu jelaskan definisi sukses versi Arsenal
- Tak masalah selalu gagal raih trofi
- Terpenting adalah bagaimana prosesnya
Getty ImagesWajar Enggak Juara-Juara? Arsenal Jelaskan Filosofi Sukses Versi Mereka
APA YANG TERJADI?
Direktur teknik Arsenal Edu menjelaskan bagaimana definisi sukses menurut mereka.
The Gunners memasuki musim baru sebagai kontender juara Liga Primer Inggris setelah di dua musim sebelumnya selalu menuntaskannya sebagai runner-up, kalah bersaing dengan Manchester City.
Arsenal, menurut Edu, tentu saja mendamba trofi. Tapi, baginya, sukses harus dilihat dari sejumlah sudut pandang.
GettyDEFINISI SUKSES MENURUT ARSENAL
"Kami harus mempertanyakan diri kami sendiri, apa itu sukses? Apakah sukses itu hanya dengan memenangkan gelar juara atau sukses itu hanya dengan bermain di Liga Champions?" buka Edu.
"Kami harus memahami tahapan klub saat ini dan mempertimbangkan apa yang akan kami kerjakan itu sukses atau tidak. Di posisi saya, saya merasa sangat bangga dan saya merasa kami benar-benar mengubah persepsi klub ini," tambahnya.
"Kami mengubah visi orang-orang, apa yang mereka lihat dari Arsenal Football Club saat ini. Saya kira, kami mengubah bagaimana mereka melihat kami dibanding masa lalu dan bagi saya itu adalah kesuksesan," jelas Edu.
YANG DILIHAT BUKAN TROFI, TAPI 'CARA' MERAIH TROFINYA
Edu memastikan, Arsenal bukannya tak nafsu juara. Tapi, itu bukanlah hal yang fundamental.
Baginya, bagaimana melalui prosesnya adalah hal yang paling krusial dan layak dianggap sebagai sebuah kesuksesan.
"Tentu saja, kami ingin memenangkan berbagai gelar juara," sambung Edu.
"Tentu, kami ingin menghadirkan banyak trofi di klub sepakbola ini. Namun, yang terpenting bagi saya adalah bagaimana kami akan membawanya. Jadi, ketika saya bersaing dengan seseorang karena saya bersaing secara internal, saya ingin melihat orang-orang kami, dan berkata, saya merasa bangga dengan kalian karena kalian juara dengan cara yang tepat. Anda meraih trofi dengan cara yang terbaik dan itulah yang saya rasakan ketika saya ingin merasa bangga dengan diri kami sendiri," tandasnya.
"Jadi, saya tidak berbicara tentang siapa pun di sini. Namun, saya bicara tentang diri kami dan bagaimana cara menang, cara kalah, cara imbang, cara meraih trofi. Bagi saya, ini sangat masuk akal karena tak masalah misalnya ketika kami gagal meraih trofi musim lalu. Akan tetapi tanya setiap fan Arsenal apa yang mereka rasakan tentang kami. Bagi saya itulah yang terpenting," urainya.
"Fans merasa bangga dengan kami, bagaimana kami bekerja, bagaimana melakukannya, karena kita hidup dalam olahraga. Terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah. Namun, bagi saya bagaimananya itu sungguh penting," pungkasnya.

