Brentford v Arsenal - Premier LeagueGetty Images Sport

WADUH! Eks-Ketua Wasit Sebut Winger Arsenal Main CURANG Lawan Brentford

  • Kontroversi laga Arsenal melawan Brentford

    Dalam pertandingan Arsenal melawan Brentford, Noni Madueke menjadi pusat perdebatan terkait keputusan wasit. Pada menit ke-37, bintang 23 tahun tersebut nampak terjatuh saat mendapat tekanan dari Rico Henry dan langsung meminta penalti. Namun, wasit John Brooks menolak klaim tersebut. Tayangan ulang VAR kemudian memperkuat keputusan itu, memperlihatkan bahwa Madueke dianggap terlalu mudah terjatuh.

    Insiden ini memicu kritik, terutama dari kalangan mantan wasit yang menilai tidak adanya sanksi di lapangan menciptakan preseden berbahaya. Meski dianggap bukan pelanggaran penalti, Madueke tidak menerima kartu kuning atas pelanggaran diving. Keputusan ini menjadi sorotan karena ia tetap berada di lapangan dan kemudian mencetak gol pembuka lewat sundulan.

    The Bees mampu menyamakan kedudukan pada menit 71, dan laga yang digelar di Gtech Community Stadium tersebut berakhir 1-1.

  • Iklan
  • Leeds United v Arsenal - Premier LeagueGetty Images Sport

    Mantan ketua wasit desak Madueke disanksi

    Keith Hackett, mantan ketua komite wasit Liga Inggris (PGMOL) dan eks wasit FIFA, secara tegas mengkritik insiden tersebut. Ia menyebut aksi Madueke sebagai upaya diving atau simulasi.

    “Ini adalah tindakan simulasi yang jelas, mencoba mengecoh wasit, yang untungnya tidak terpengaruh oleh aksi tersebut,” ujar Hackett kepada Football Insider. "Namun, wasit John Brooks, seharusnya mengeluarkan hukuman yang sepantasnya, yakni kartu kuning. Jika wasit tidak menerapkan sanksi untuk insiden seperti ini, kita akan terus melihat peningkatan kasus serupa."

    Lebih jauh, Hackett mengusulkan perubahan struktural dalam penanganan kasus simulasi di Liga Inggris. Ia ingin adanya panel peninjau independen yang dapat memberikan hukuman retrospektif apabila ofisial di lapangan gagal memberi sanksi.

    “Saya terus mengatakan bahwa ketika tidak ada sanksi diberikan, saya ingin panel independen menyelidiki dan meninjau tindakan ini serta menjatuhkan hukuman retrospektif,” tegasnya.

  • FBL-ENG-PR-BRENTFORD-ARSENALAFP

    "Penyakit" diving Madueke

    Ini bukan pertama kalinya Madueke mendapat kritik terkait dugaan simulasi. Pada September lalu, Hackett juga vokal ketika mantan winger Chelsea tersebut dituduh melakukan diving dalam laga internasional melawan Andorra. Kala itu, Hackett menyebut tren simulasi sebagai “penyakit” yang harus diberantas oleh ofisial pertandingan.

    Sorotan terhadap Madueke juga mengingatkan pada kritik yang kerap diarahkan kepada rekan setimnya, Bukayo Saka, yang kadang dituding terlalu mudah jatuh saat mendapat kontak minim.

    Dalam laga kontra Brentford, klaim penalti Madueke juga ditolak VAR, membuat posisinya semakin sulit untuk dibela. Para kritikus menilai, selama tindakan seperti ini tidak dihukum secara konsisten, pemain akan terus mengambil risiko demi “membeli” penalti.

  • FBL-ENG-PR-BRENTFORD-ARSENALAFP

    Selanjutnya buat Arsenal

    Kegagalan The Gunners memetik poin penuh di markas Brentford memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen Liga Inggris menjadi empat poin saja.

    Madueke cs kini menghadapi jadwal padat yang akan menguji kedalaman skuad dan kekuatan mental mereka. Akhir pekan ini mereka tampil di ajang Piala FA dengan menjamu Wigan Athletic, sebelum kembali berlaga di Liga Inggris pada pertengahan pekan melawan juru kunci Wolves. Dengan hanya 12 pertandingan tersisa, ruang untuk melakukan kesalahan praktis sudah habis. 

    Ujian terbesar menanti pada 18 April saat Arsenal bertandang ke markas Manchester City. Laga tersebut diprediksi menjadi duel penentu gelar, dan Arsenal harus mampu mengelola tekanan di Etihad Stadium jika ingin mempertahankan posisi puncak.

0