Florentino Perez tidak sekadar menyampaikan keberatan atau menyoroti adanya tanda tanya seputar kasus Negreira, melainkan pernyataannya melangkah jauh lebih dari itu, dengan menggunakan ungkapan-ungkapan tegas yang kini bisa menjadi pusat konfrontasi hukum dengan Barcelona.
Presiden Real Madrid itu menggambarkan apa yang terjadi dalam kasus Negreira sebagai "korupsi sistematis", dan bahkan menyebutnya sebagai "skandal terbesar dalam sejarah", dalam salah satu ungkapan paling keras yang pernah ia lontarkan selama membicarakan berkas ini.
Persoalannya tidak berhenti sampai di situ, setelah Perez berbicara tentang dugaan pengaruh wasit terhadap sejarah Real Madrid, dengan menegaskan bahwa klub itu bisa saja meraih jumlah gelar liga yang lebih banyak, dan ia mengatakan secara terang-terangan bahwa 7 gelar liga "dicuri" dari Real Madrid akibat keputusan-keputusan wasit, serta menegaskan bahwa Barcelona "selalu diuntungkan" oleh wasit, dalam pernyataan yang menempatkan seluruh kasus ini dalam kerangka tuduhan langsung, bukan sekadar pertanyaan seputar sifat hubungan antara klub Catalan itu dengan Negreira.
Dan di sinilah Laporta menemukan titik yang bisa dijadikan pijakan.
Alih-alih terlibat dalam pertempuran media yang tak berujung soal setiap faktur, setiap laporan, dan setiap cerita yang berkaitan dengan kasus Negreira, Barcelona justru menempatkan pernyataan-pernyataan Perez sendiri di bawah kaca pembesar, dan menuntutnya untuk menarik kembali ungkapan-ungkapan yang dianggapnya "bohong dan mencemarkan nama baik klub".
Yang lebih penting, sikap Barcelona membuka pintu bagi pertanyaan yang lebih memalukan: jika presiden Real Madrid berpegang teguh bahwa apa yang terjadi merupakan "korupsi sistematis" dan bahwa Barcelona diuntungkan oleh para wasit, lalu di mana bukti-bukti spesifik atas tuduhan-tuduhan ini? Siapa para wasit itu? Dan pertandingan-pertandingan mana yang menurutnya hasilnya terpengaruh?
Di sinilah ungkapan-ungkapan seperti "skandal terbesar dalam sejarah" dan "7 gelar liga dicuri" menjadi memiliki arti penting khusus dalam pertempuran ini, karena mengungkap besarnya kepastian dalam retorika Perez, dan memungkinkan Barcelona mencoba mengalihkan perdebatan dari sekadar adanya sebuah kasus, penyelidikan, dan kecurigaan, menuju sejauh mana kemampuan presiden Real Madrid membuktikan fakta-fakta yang menjadi dasar pernyataan-pernyataan tersebut.
Langkah ini tidak berarti bahwa Barcelona telah memenangkan kasus Negreira demi kepentingannya, tetapi untuk sementara langkah itu telah mengubah posisi kedua pihak dalam pertempuran ini.
Sebab, alih-alih pertanyaan satu-satunya adalah: "Apa yang dilakukan Barcelona dengan Negreira?", kini muncul pertanyaan baru yang membayangi Perez sendiri: mampukah ia membuktikan semua yang ia katakan tentang Barcelona, ataukah sebagian ungkapan tegasnya telah melampaui apa yang dibuktikan oleh penyelidikan dan pengadilan sejauh ini?