Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Arsenal FC v Atletico de Madrid - UEFA Champions League 2025/26 Semi Final Second LegGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Apa hubungannya dengan Portugal? Tuchel membuat dirinya sendiri dalam masalah

Penolakan Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman yang menangani timnas Inggris, untuk menyanyikan lagu kebangsaan timnas Inggris pada Piala Dunia 2026, memicu badai kontroversi di Inggris.

Hal ini bertolak belakang dengan apa yang dilakukan pelatih asal Spanyol, Roberto Martínez, yang menyanyikan lagu kebangsaan Portugal dengan antusiasme yang jelas.

"Surat Kabar AS" melaporkan bahwa Tuchel mengumumkan sebelum pertandingan Inggris melawan Kroasia di babak penyisihan grup pertama, bahwa ia tidak akan menyanyikan lagu "God Save the King".

Dengan sejarah yang dipenuhi ketegangan politik dan olahraga antara Jerman dan Inggris, pernyataan Tuchel menyebar dengan sangat cepat, sehingga memicu badai pemberitaan di surat kabar dan media Inggris.

Saat lagu kebangsaan dikumandangkan menjelang pertandingan melawan Kroasia, para fotografer, alih-alih mengarahkan lensa ke para pemain, justru menuju bangku cadangan untuk memotret Tuchel. Ia duduk bersama staf pelatih dan para pemain cadangan, dengan raut wajah serius dan menengadah ke langit, tanpa ikut bernyanyi, serta tetap teguh pada pendiriannya.

  • Meskipun tidak ada yang memaksanya untuk bernyanyi, dan memaksanya untuk melakukannya mungkin tidak pantas karena ia tidak merasakan rasa kebangsaan terhadap negara tersebut, menghormati bendera dan lagu kebangsaan dianggap dalam budaya olahraga sebagai simbol kebangsaan yang tidak boleh diremehkan.

    Oleh karena itu, Roberto Martínez dikemukakan sebagai contoh sebaliknya, karena ia dengan cepat mempelajari lagu kebangsaan Portugal, “A Portuguesa”, dan menyanyikannya dengan antusiasme yang jelas meskipun ia bukan orang Portugal dan hubungannya dengan negara tersebut hanya sebatas kontrak kepelatihannya bersama tim nasional.

    Oleh karena itu, baik mereka yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan maupun yang bereaksi berlebihan, lagu-lagu kebangsaan selalu memicu perdebatan yang melampaui sepak bola itu sendiri—perdebatan yang tampaknya tak pernah berakhir. Bahkan setelah kemenangan 4-2, Tuchel pun tak bisa menghindari kontroversi tersebut.

  • Iklan

    SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google