Wolverhampton Wanderers v Crystal Palace - Premier LeagueGetty Images Sport

Move On Dari Eberechi Eze! Analisis Taktik Buktikan Yeremy Pino Pengganti Sempurna Di Crystal Palace

Kepergian Eberechi Eze ke Arsenal sempat meninggalkan lubang menganga di lini serang Crystal Palace. Ketakutan akan hilangnya kreativitas semakin menjadi-jadi ketika Eze justru mencetak hat-trick di derby London Utara pekan lalu. Namun, diam-diam dan tanpa banyak sorotan, penggantinya di Selhurst Park, Yeremy Pino, mulai menunjukkan bahwa Palace berada di tangan yang aman.

Pemain asal Spanyol ini mencetak gol debutnya yang indah saat Palace menang 2-0 atas Wolves. Meski statistik gol dan assist-nya belum mentereng, analisis mendalam menunjukkan bahwa Pino menawarkan dimensi permainan yang berbeda namun sama krusialnya dengan Eze. Ia bukan sekadar pengganti; ia adalah evolusi dari peran nomor 10 di sistem Oliver Glasner.

Pino datang dengan profil yang unik: teknik khas Spanyol dipadu dengan etos kerja tanpa lelah. Di balik tubuhnya yang tidak terlalu besar, tersimpan kecerdasan posisi dan kemampuan pressing yang luar biasa. Statistik menunjukkan bahwa ia bahkan melampaui Eze dalam beberapa aspek kunci permainan tanpa bola.

GOAL, menggunakan data dari Opta, membedah secara mendalam transformasi peran playmaker di Palace, melihat data statistik yang membuktikan adaptasi cepat Pino, dan mengapa kerja kerasnya yang "berlebihan" justru menjadi aset berharga bagi The Eagles. Mari kita lihat bagaimana Pino membuat bayang-bayang Eze perlahan memudar.

  • West Ham United v Crystal Palace - Premier LeagueGetty Images Sport

    Visi Umpan 'Mata Elang': Koneksi Mematikan dengan Mateta

    Salah satu aspek paling menonjol dari adaptasi Pino adalah pemahamannya yang instan terhadap pergerakan striker utama, Jean-Philippe Mateta. Data visual menunjukkan bahwa Pino memiliki visi umpan terobosan yang luar biasa tajam. Ia tercatat telah melepaskan sembilan umpan terobosan musim ini, angka yang sangat tinggi mengingat waktu bermainnya yang baru 616 menit.

    Hanya Bryan Mbeumo dan Bruno Guimaraes yang memiliki jumlah umpan terobosan lebih banyak (10), namun keduanya bermain jauh lebih lama. Sebagai perbandingan, Eze musim lalu hanya mencatatkan 10 umpan terobosan sepanjang musim. Ini membuktikan bahwa Pino lebih direct dan agresif dalam mencari celah di pertahanan lawan untuk melayani strikernya.

    Koneksi ini terlihat jelas dalam laga melawan Wolves, di mana Pino berkali-kali memanjakan Mateta dengan umpan satu sentuhan yang membelah pertahanan. Meski Mateta gagal mengonversinya menjadi gol, pola ini menunjukkan bahwa chemistry di lini depan Palace sedang terbentuk dengan sangat baik. Pino tahu persis kapan dan ke mana Mateta akan berlari.

    Secara statistik, Pino sebenarnya "tidak beruntung" belum mencatatkan assist. Ia memiliki nilai Expected Assists (xA) sebesar 1,41 dari permainan terbuka, salah satu yang tertinggi di liga bagi pemain yang belum mencetak assist. Ini artinya, kualitas peluang yang ia ciptakan sangat tinggi, hanya tinggal menunggu waktu untuk dikonversi menjadi gol oleh rekan-rekannya.

  • Iklan
  • Crystal Palace v Brighton & Hove Albion - Premier LeagueGetty Images Sport

    Evolusi Posisi: Dari Sayap Kanan ke Playmaker Kiri yang Menusuk

    Pino adalah pemain yang fleksibel secara taktis. Grafik posisi bermainnya menunjukkan evolusi yang menarik. Di Villarreal, ia lebih sering beroperasi di sayap kanan, mengandalkan dribbling untuk menyisir sisi lapangan. Namun, di Palace, ia bertransformasi menjadi inverted winger di sisi kiri, peran yang mirip dengan yang dimainkan Eze sebelumnya.

    Posisi ini memungkinkannya untuk menusuk ke dalam menggunakan kaki kanannya yang kuat. Pergerakan ini membuka sudut pandang yang lebih luas untuk melepaskan umpan terobosan atau tembakan ke gawang. Selain itu, pergerakan ke tengah ini memberikan ruang bagi bek sayap Tyrick Mitchell untuk melakukan overlap di sisi kiri, menjaga keseimbangan serangan Palace.

    Perubahan ini bukan tanpa alasan. Dengan masuk ke area sentral (half-space), Pino menjadi pusat kreativitas. Ia terlibat dalam rata-rata 4,4 urutan serangan (attacking sequences) per 90 menit, angka tertinggi di antara pemain Palace musim ini. Meski belum setinggi Eze musim lalu (5,3), tren ini menunjukkan bahwa Pino semakin nyaman menjadi motor serangan tim.

    Fleksibilitas ini juga menguntungkan Glasner. Pino bisa beroperasi di berbagai zona di lini depan, membuatnya sulit dijaga lawan. Ia bisa melebar untuk menarik bek, atau masuk ke tengah untuk menjadi penyelesai akhir, seperti yang ia tunjukkan lewat gol indahnya ke gawang Wolves.

  • Wolverhampton Wanderers v Crystal Palace - Premier LeagueGetty Images Sport

    Monster Pressing: Kerja Keras Tanpa Bola yang Diabaikan

    Jika ada satu hal di mana Pino jelas-jelas mengungguli Eze, itu adalah etos kerjanya tanpa bola. Statistik defensive work rate-nya sungguh mencengangkan. Pino mencatatkan rata-rata 93,1 tekanan (pressures) per 90 menit, menempatkannya di peringkat kesembilan di seluruh Liga Primer.

    Lebih spesifik lagi, ia sangat agresif dalam melakukan high-intensity pressures (tekanan dalam jarak dekat), dengan rata-rata 61,5 kali per laga (peringkat tujuh di liga). Bandingkan dengan Eze musim lalu yang "hanya" mencatatkan 41,8 tekanan intensitas tinggi. Pino adalah pekerja keras yang tidak segan kotor untuk merebut bola kembali bagi timnya.

    Glasner sendiri memuji habis-habisan aspek ini. "Dia selalu memberikan usaha 100 persen... dia bekerja sangat keras, itulah sebabnya dia biasanya kelelahan setelah 60-70 menit," ujar sang manajer. Pino tidak hanya menjadi kreator, tetapi juga menjadi garis pertahanan pertama yang sangat efektif dalam sistem pressing Palace.

    Meski terkadang ia harus diingatkan untuk "menghemat energi untuk menyerang," dedikasi defensif ini sangat berharga bagi tim seperti Palace. Ia memberikan keseimbangan yang mungkin kurang dimiliki saat era Eze, menjadikan Palace tim yang lebih sulit ditembus dan lebih agresif dalam merebut bola di area lawan.

  • Crystal Palace v Brentford - Premier LeagueGetty Images Sport

    Mengubah Nasib: Dari 'Gamble' Menjadi Aset Berharga

    Banyak yang meragukan fisik Pino saat ia pertama kali datang. Dengan postur tubuh yang tidak terlalu besar, ia dianggap akan kesulitan beradaptasi dengan fisik Liga Primer yang brutal. Namun, ia membuktikan bahwa kecerdasan dan teknik bisa mengalahkan otot.

    Ia tidak mencoba berduel fisik secara langsung, melainkan menggunakan kecerdasan posisinya. Contoh nyata terlihat saat melawan Newcastle, di mana ia tidak terpancing mengejar bola, melainkan menunggu di ruang kosong untuk memotong back pass lawan. Ini adalah tanda pemain cerdas yang bermain dengan otak, bukan hanya otot.

    Pino juga menunjukkan adaptabilitas yang tinggi. Ia cepat belajar memahami karakteristik rekan setimnya dan tuntutan liga. Dari seorang pemain sayap murni di Spanyol, ia berevolusi menjadi playmaker modern yang komplet di Inggris: kreatif saat menguasai bola, dan agresif saat kehilangan bola.

    Label "pengganti Eze" perlahan mulai luntur, digantikan dengan apresiasi atas kualitas uniknya sendiri. Pino mungkin tidak memiliki magis individu yang sama persis dengan Eze, tetapi paket lengkap yang ia tawarkan — kreativitas, visi, dan kerja keras — bisa jadi justru lebih dibutuhkan oleh Palace untuk melangkah ke level berikutnya di bawah asuhan Glasner.

  • Crystal Palace v Sunderland - Premier LeagueGetty Images Sport

    Masa Depan Cerah di Selhurst Park

    Satu gol dan serangkaian statistik impresif hanyalah awal dari perjalanan Pino di London Selatan. Yeremy Pino telah menunjukkan bahwa ia memiliki fondasi yang kuat untuk sukses di kasta tertinggi Inggris. Kombinasi antara craft (keterampilan teknis) dan graft (kerja keras) yang ia miliki adalah resep sempurna untuk menjadi favorit baru para penggemar di Selhurst Park.

    Tantangan ke depan bagi Pino adalah menjaga konsistensi dan meningkatkan efisiensi energinya. Jika ia bisa sedikit lebih tenang di depan gawang dan mengelola staminanya dengan lebih baik agar bisa tampil penuh 90 menit, ia akan menjadi pemain yang sangat menakutkan. Potensi kolaborasinya dengan Mateta dan pemain depan lain menjanjikan banyak gol di masa depan.

    Kehadiran Pino memberikan dimensi baru bagi serangan Palace yang mungkin sebelumnya terlalu bergantung pada aksi individu. Kini, serangan mereka terlihat lebih kolektif dan terstruktur berkat visi bermain Pino. Ia mampu melayani rekan-rekannya sekaligus menjadi ancaman gol yang nyata dari lini kedua.

    Palace telah menemukan permata baru yang siap diasah menjadi berlian. Meski bayang-bayang Eze mungkin masih ada di benak beberapa fans, kehadiran Pino memberikan harapan baru yang segar. Ia bukan sekadar pengganti, melainkan simbol era baru Palace yang lebih kolektif, agresif, dan cerdas, dengan langit sebagai batas bagi perkembangannya di usia 23 tahun.

0