Kepergian Eberechi Eze ke Arsenal sempat meninggalkan lubang menganga di lini serang Crystal Palace. Ketakutan akan hilangnya kreativitas semakin menjadi-jadi ketika Eze justru mencetak hat-trick di derby London Utara pekan lalu. Namun, diam-diam dan tanpa banyak sorotan, penggantinya di Selhurst Park, Yeremy Pino, mulai menunjukkan bahwa Palace berada di tangan yang aman.
Pemain asal Spanyol ini mencetak gol debutnya yang indah saat Palace menang 2-0 atas Wolves. Meski statistik gol dan assist-nya belum mentereng, analisis mendalam menunjukkan bahwa Pino menawarkan dimensi permainan yang berbeda namun sama krusialnya dengan Eze. Ia bukan sekadar pengganti; ia adalah evolusi dari peran nomor 10 di sistem Oliver Glasner.
Pino datang dengan profil yang unik: teknik khas Spanyol dipadu dengan etos kerja tanpa lelah. Di balik tubuhnya yang tidak terlalu besar, tersimpan kecerdasan posisi dan kemampuan pressing yang luar biasa. Statistik menunjukkan bahwa ia bahkan melampaui Eze dalam beberapa aspek kunci permainan tanpa bola.
GOAL, menggunakan data dari Opta, membedah secara mendalam transformasi peran playmaker di Palace, melihat data statistik yang membuktikan adaptasi cepat Pino, dan mengapa kerja kerasnya yang "berlebihan" justru menjadi aset berharga bagi The Eagles. Mari kita lihat bagaimana Pino membuat bayang-bayang Eze perlahan memudar.









