Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
FBL-KSA-NASSR-ITTIHADAFP

Diterjemahkan oleh

Analisis: Roket Al Nassr Bisa Menyengat Al Ittihad di Titik Kekuatannya!

Seluruh perhatian tertuju ke laga akbar antara Al Ittihad dan Al Nassr, Sabtu malam, dalam rangkaian pertandingan pekan kelima Liga Roshn, salah satu laga terkuat di fase awal musim ini, yang hasilnya bisa memberi pengaruh besar terhadap bentuk persaingan di puncak klasemen pada pekan-pekan mendatang. 

Al Nassr memasuki pertandingan ini demi mempertahankan posisi puncak dan melanjutkan pengejaran terhadap Al Hilal, sementara Al Ittihad mencari kemenangan yang bisa mengembalikan keseimbangan mereka setelah dua kali imbang dalam empat pekan pertama.

Duel ini membawa pertarungan taktis yang jelas antara dua gaya bermain; Al Ittihad sangat mengandalkan penciptaan keunggulan jumlah pemain dalam serangan dari sisi sayap, sementara Al Nassr memiliki kecepatan serangan yang mampu mengubah setiap dorongan lawan menjadi peluang berbahaya, dan justru di sinilah bisa muncul titik yang dapat menjadi sumber kekhawatiran nyata bagi "Sang Kolonel".

  • FBL-KSA-NASSR-ITTIHADAFP

    Menonjolkan Al Ittihad: kekuatan ofensif yang bisa berubah menjadi ancaman

    Al-Ittihad bersama Laurent Blanc mengandalkan pergerakan maju kedua bek sayap secara terus-menerus ke sepertiga area serang, baik Fares Abedi maupun Al-Jalidan, guna menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. 

    Gaya ini memberikan "Sang Dekan" kekuatan menyerang yang nyata, karena menambahkan elemen-elemen baru ke lini serang dan menempatkan pertahanan lawan di bawah tekanan yang berkelanjutan.

    Anda dapat membahas berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

    Namun di sisi lain, pergerakan maju kedua bek sayap dengan cara ini meninggalkan ruang yang luas di belakang mereka, terutama saat kehilangan bola, dan ruang-ruang ini bisa berubah menjadi titik lemah yang berbahaya jika Al-Ittihad terlambat melakukan transisi bertahan atau para pemain tengah gagal menutupnya dengan cepat.

    Di sinilah tepatnya letak peluang Al-Nassr; tim yang memiliki kecepatan yang cukup untuk mengubah ruang-ruang ini menjadi serangan balik kilat, dan bisa membuat senjata terkuat Al-Ittihad dalam menyerang menjadi gerbang berbahaya untuk kebobolan gol.

  • Iklan
  • FBL-KSA-PRO LEAGUE-NASSR-ETTIFAQAFP

    Mane dan Koeman: Roket-roket yang Siap Melesat

    Al Nassr secara khusus memiliki elemen-elemen yang mampu memanfaatkan jenis ruang seperti ini dengan cara terbaik. Sadio Mane dan Kingsley Coman memiliki kecepatan serta akselerasi langsung di belakang lini pertahanan, dan dengan majunya para bek sayap Al Ittihad, duet tersebut mungkin akan menemukan ruang luas untuk diserang.

    Persoalannya tidak berhenti pada Mane dan Coman saja, sebab Angelo di beberapa momen pertandingan bisa bergabung ke sisi lapangan dan menciptakan kelebihan jumlah pemain dalam serangan, yang berarti Al Nassr mungkin akan mencoba memanfaatkan sisi tempat bek sayap Al Ittihad maju, lalu mengirim bola dengan cepat ke ruang yang ditinggalkannya di belakang.

    Jika Al Nassr mampu merebut bola di tengah lapangan dan mengalihkannya dengan cepat ke sisi lapangan, maka serangan tersebut bisa berubah dari situasi bertahan menjadi peluang satu lawan satu atau duel langsung hanya dalam beberapa detik.

  • FBL-KSA-NASSR-TAAWOUNAFP

    João Félix: Senjata Lain di Jantung Ruang Kosong

    Ada masalah lain yang mungkin dialami Al Ittihad jika mereka tidak menjaga keterhubungan antarlini, yaitu ruang yang terkadang muncul di antara lini tengah dan pertahanan. Titik inilah yang secara khusus dapat memberi Joao Felix peluang besar untuk turut andil dalam laga.

    Pemain Portugal itu tidak membutuhkan ruang yang luas; cukup baginya menemukan celah di antara lini agar bisa menerima bola lalu melepaskan umpan yang membelah lini pertahanan, terutama jika Mane atau Coman bergerak pada saat yang sama di belakang pertahanan.

    Dengan demikian, Al Ittihad tidak hanya menghadapi ancaman kecepatan di sisi sayap, tetapi juga ancaman umpan yang datang dari kedalaman dan memanfaatkan ruang kosong di antara lini.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Bagaimana Al-Ittihad Mampu Membalikkan Keadaan?

    Kunci bagi Al Ittihad mungkin terletak pada memanfaatkan agresivitas Al Nassr itu sendiri untuk melawan mereka. Jika "Sang Dekan" menguasai bola, dan para pemain Al Nassr maju dalam jumlah besar, maka ruang-ruang kosong akan muncul di sisi berlawanan, dan di sinilah Al Ittihad bisa mengandalkan serangan balik yang cepat dan terorganisir alih-alih terlibat dalam pertandingan terbuka sepanjang waktu.

    Transisi harus diperhitungkan, karena kehilangan bola di hadapan tim yang memiliki Mane dan Coman bisa sangat mahal, tetapi pada saat yang sama majunya Al Nassr bisa dimanfaatkan untuk mencapai gawang mereka dengan cepat, terutama jika Al Ittihad berhasil mengirim bola langsung ke belakang lini tengah.

    Baca juga: Serangan mematikan, tapi apakah Salem Al Dawsari akan bertahan bersama Al Hilal?

    Karena itu, pertarungan sesungguhnya dalam El Clasico ini mungkin bukan soal siapa yang lebih banyak menguasai bola, melainkan soal siapa yang berhasil mengelola ruang. Al Ittihad memiliki salah satu titik kekuatan terpentingnya pada agresivitas menyerang mereka, tetapi hal itu bisa berubah menjadi titik kelemahan terbesarnya jika mereka tidak melindungi ruang di belakang kedua bek sayap.

    Sebaliknya, Al Nassr memiliki senjata ideal untuk menusuk ruang-ruang tersebut, dan karena itu Mane, Coman, dan Angelo akan menghadapi peluang emas untuk mengubah agresivitas Al Ittihad menjadi senjata yang berbalik melawan mereka.

    Al Ittihad butuh menyerang, tetapi mereka lebih butuh untuk mengetahui kapan harus menyerang dan kapan harus menutup ruang, karena roket-roket Al Nassr hanya membutuhkan satu momen saja untuk melesat.