Marcus Rashford sedang menikmati momen kebangkitan kariernya yang manis di Barcelona. Setelah melalui masa-masa sulit di Inggris, penyerang asal Manchester tersebut berhasil menemukan kembali ketajamannya di Camp Nou. Ia kini tercatat sebagai pemain paling produktif di tim dengan kontribusi 13 gol dan assist di tengah absennya sang kapten utama, Raphinha, yang mengalami cedera.
Namun, masa-masa indah tersebut mungkin akan segera menghadapi ujian terberatnya. Raphinha telah kembali merumput pada akhir pekan kemarin melawan Athletic Club. Kembalinya pemain Brasil yang finis di peringkat kelima Ballon d'Or tersebut membawa dilema besar bagi pelatih Hansi Flick dan ancaman nyata bagi menit bermain Rashford yang selama ini melimpah.
Meski secara statistik serangan Rashford terlihat cukup impresif, bedah data yang lebih mendalam mengungkapkan beberapa kelemahan fatal yang bisa membuatnya tersingkir dari skuad utama. Terutama dalam sistem permainan Flick yang menuntut intensitas tinggi dan kerja keras tanpa bola, Rashford dinilai masih tertinggal jauh dari standar tinggi yang telah ditetapkan oleh Raphinha musim lalu.
Persaingan ini bukan sekadar soal siapa yang lebih tajam di depan gawang, tetapi siapa yang lebih lengkap untuk menjalankan sistem Barcelona yang kompleks secara keseluruhan. GOAL, menggunakan data dari Opta, coba membedah statistik serangan dan pertahanan kedua pemain, menganalisis dampak kembalinya Raphinha, serta memprediksi masa depan Rashford di paruh kedua musim ini.







