Setiap musim Liga Primer Inggris, pertanyaan yang sama selalu menghantui klub-klub papan bawah: berapa poin yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghindari jurang degradasi? Mitos lama sering menyebut angka 40 poin sebagai batas aman psikologis, namun apakah angka tersebut benar-benar akurat secara statistik? Analisis data historis selama tiga dekade terakhir memberikan jawaban yang lebih mengejutkan.
Sejak format kompetisi berubah menjadi 20 tim pada musim 1995/96, dinamika persaingan di zona merah terus berevolusi. Ada musim di mana persaingan begitu ketat hingga poin tinggi pun tak menjamin keselamatan, namun ada pula musim di mana poin yang sangat rendah sudah cukup untuk bertahan. Tren terbaru menunjukkan adanya penurunan ambang batas poin yang cukup signifikan.
Data menunjukkan bahwa dalam sembilan musim terakhir, tim yang mampu mengumpulkan setidaknya 36 poin selalu berhasil selamat. Angka ini menjadi patokan baru yang menarik, menggeser paradigma lama tentang target 40 poin. Namun, sejarah juga mencatat anomali tragis di mana tim dengan poin tinggi pun harus rela turun kasta.
GOAL coba membedah secara mendalam statistik poin degradasi Liga Primer. Kita akan melihat probabilitas keselamatan berdasarkan perolehan poin, menelusuri rekor poin tertinggi tim yang terdegradasi, dan menganalisis tren penurunan standar keselamatan dalam beberapa tahun terakhir yang dipengaruhi oleh performa tim promosi.

