Selama beberapa tahun terakhir, Chelsea sering menjadi bahan ejekan di dunia sepakbola. Strategi belanja pemain muda jor-joran dengan kontrak jangka panjang dianggap sebagai perjudian mahal yang sia-sia. Julukan "blue billion-pound bottle jobs" dari Gary Neville masih terngiang, menggambarkan tim mahal yang gagal berprestasi. Namun, angin perubahan tampaknya mulai berembus kencang di Stamford Bridge.
Kemenangan telak 3-0 atas raksasa Spanyol, Barcelona, di Liga Champions menjadi titik balik yang membuka mata banyak pihak. Di kancah domestik, mereka juga diam-diam merangkak naik ke posisi kedua klasemen Liga Primer, melampaui Liverpool. Performa ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari evolusi skuad muda yang mulai matang dan menemukan ritme permainan mereka di bawah asuhan Enzo Maresca.
Data dan statistik mulai berpihak pada The Blues. Superkomputer Opta kini menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat serius di Eropa dan domestik. Dengan kedalaman skuad yang luar biasa, kembalinya pemain kunci dari cedera, dan performa individu yang memukau, Chelsea kini bertransformasi dari bahan tertawaan menjadi kekuatan yang menakutkan.
GOAL coba membedah transformasi Chelsea melalui lensa statistik dan analisis mendalam. Bagaimana mereka bisa bangkit dari keterpurukan? Apa kunci dominasi mereka atas Barcelona? Dan seberapa besar peluang mereka untuk benar-benar mengangkat trofi di akhir musim? Mari kita selami angka-angka di balik kebangkitan London Biru.







