Hanya 60 hari sudah cukup untuk memunculkan wajah Al Ittihad yang benar-benar berbeda, sebuah tim yang tidak bergantung pada nama-nama bintangnya sebesar ketergantungannya pada sistem yang terintegrasi, di mana semua bergerak demi satu tujuan, dan setiap pemain mengetahui apa yang diinginkan rekan setim dan pelatihnya di dalam lapangan.
Sejak pelatih muda asal Jerman, Jens Wissing, mengemban tugas melatih Al Ittihad pada 10 Juli lalu, sang direktur teknik mulai menata ulang lembaran "Sang Dekan" secara bertahap, hingga dalam waktu singkat tim ini memiliki identitas yang jelas yang dapat terlihat dalam cara membangun serangan, pressing setelah kehilangan bola, transisi, bahkan peran-peran defensif para penyerang.
Yang menarik, Wissing tidak membutuhkan bertahun-tahun untuk menerapkan gagasannya, melainkan berhasil dalam kurun sekitar dua bulan menciptakan sebuah tim yang tampak seolah telah lama bekerja sama, hal yang terlihat jelas dalam semangat kolektif yang kini dimiliki Al Ittihad, serta dalam kemampuan para pemain menjalankan peran mereka bahkan ketika bola jauh dari area berbahaya.







