FC Internazionale v AC Milan - Italian Super Cup FinalGetty Images Sport

Alessandro Del Piero: Victor Osimhen Bikin Juventus Ketakutan! Legenda Bianconeri Akui Kehebatan Bintang Galatasaray

  • Bencana Di Bosphorus Bagi Si Nyonya Tua

    Malam di Istanbul berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan bagi Juventus. Apa yang diharapkan menjadi laga kompetitif di panggung Eropa justru berakhir dengan pembantaian yang mengekspos segala kelemahan lini belakang raksasa Italia tersebut. Alessandro Del Piero, sosok yang identik dengan kejayaan Juve di masa lalu, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya namun tetap memberikan kredit besar kepada lawan, terutama untuk Victor Osimhen.

    Striker asal Nigeria yang pernah menjadi musuh bebuyutan Juventus saat masih berseragam Napoli itu kini telah bertransformasi menjadi pemimpin lini depan yang mematikan bagi Galatasaray. Del Piero menilai bahwa kehadiran Osimhen di lapangan memberikan dampak psikologis yang signifikan, menyebabkan masalah besar yang gagal diantisipasi oleh Luciano Spalletti dan anak asuhnya. Kecepatan, kekuatan fisik, dan pressing tanpa henti yang diperagakan Osimhen membuat pertahanan Juventus panik dan terus-menerus melakukan kesalahan fatal.

  • Iklan
  • Galatasaray-vs-Juventus-Champions-League-2025-26-KO-play-offs-1sAFP

    Osimhen: Teror Fisik Dan Psikologis

    Dalam analisis pasca-pertandingannya, Del Piero menyoroti bahwa pengaruh Osimhen melampaui sekadar kemampuan teknis. Ini bukan hanya tentang seberapa cepat ia berlari atau seberapa keras ia menendang, melainkan tentang aura ketakutan yang ia pancarkan ke arah bek lawan.

    Berbicara melalui Il Bianconero, Del Piero memberikan pandangan yang sangat tajam: “Juve sedang berjuang untuk menemukan pemain yang tepat hari ini. Di luar perdebatan apakah Osimhen lebih baik dari David, atau Icardi lebih baik dari Openda, ada hasil nyata di lapangan yang berbicara. Osimhen membuat Anda takut, kehadirannya membuat Anda gentar, dia sangat kejam di depan gawang, dia memiliki kualitas.”

    Komentar ini menggarisbawahi betapa dominannya Osimhen. Ia tidak membiarkan bek Juventus bernapas. Kombinasi ketenangan dan penyelesaian akhir yang klinis menjadi pembeda utama. Bagi Del Piero, Osimhen adalah faktor "X" yang membuat Galatasaray tampil begitu superior, mengubah laga yang seharusnya seimbang menjadi pertunjukan dominasi tuan rumah.

  • Drama Tujuh Gol Dan Kartu Merah

    Laporan pertandingan dari Istanbul melukiskan gambaran laga yang sebenarnya sempat berjalan ketat sebelum berubah menjadi kekacauan bagi tim tamu. Galatasaray kini membawa keunggulan tiga gol ke Turin setelah melakukan comeback sensasional.

    Tuan rumah sempat tertinggal 2-1 di babak pertama, namun menunjukkan mentalitas pejuang dengan membalikkan keadaan menjadi 3-2 saat laga memasuki satu jam permainan. Gol-gol dari Noa Lang dan Davinson Sanchez membuyarkan harapan Juventus yang sempat melambung tinggi.

    Padahal, Juventus sempat menunjukkan respons yang luar biasa di babak pertama. Setelah tertinggal lebih dulu lewat gol pembuka Gabriel Sara, Bianconeri bangkit dan membalikkan keadaan hanya dalam tempo 17 menit berkat dua gol dari gelandang andalan mereka, Teun Koopmeiners. Saat peluit babak pertama berbunyi, Juventus tampak berada di atas angin.

    Namun, babak kedua menjadi cerita horor bagi wakil Serie A tersebut. Segalanya berubah dari buruk menjadi bencana ketika pemain pengganti di babak pertama, Juan Cabal, menerima kartu kuning kedua. Ia diusir keluar lapangan hanya 21 menit setelah masuk menggantikan rekannya. Bermain dengan 10 orang di kandang lawan yang berisik seperti RAMS Park adalah hukuman mati.

  • Galatasaray-vs-Juventus-Champions-League-2025-26-KO-play-offs-1sAFP

    Misi Mustahil Di Turin

    Juara Turki tersebut tidak menyia-nyiakan keunggulan jumlah pemain. Mereka tampil tanpa ampun. Noa Lang menghukum pertahanan Juventus yang longgar dan kehilangan konsentrasi untuk mencetak gol keduanya malam itu. Penderitaan Juventus semakin lengkap ketika Sacha Boey, bek sayap yang agresif, menambahkan gol kelima di menit-menit akhir.

    Skor 5-2 menempatkan pasukan Okan Buruk dalam posisi yang sangat nyaman, menginjakkan satu kaki di babak berikutnya. Bagi Juventus, hasil ini berarti mereka harus menghasilkan salah satu penampilan terbaik dalam sejarah klub di leg kedua nanti jika ingin membalikkan defisit tiga gol.

    Del Piero mengingatkan bahwa tanpa perbaikan mentalitas dan strategi untuk meredam pemain sekelas Osimhen, leg kedua di Allianz Stadium hanya akan menjadi formalitas belaka. Juventus harus menemukan cara untuk tidak lagi "takut" pada bayang-bayang Osimhen jika ingin menjaga asa Eropa mereka tetap hidup.

    Leg kedua dijadwalkan akan berlangsung di Turin pada hari Rabu, 25 Februari (pukul 20:00 GMT atau Kamis dini hari WIB), sebuah malam yang akan menentukan nasib Si Nyonya Tua di kompetisi elite Eropa.

0