Ruben Amorim Manchester United 2025Getty Images

Jadwal Aneh! Kenapa Manchester United Tidak Main Di Hari Sabtu Selama Dua Bulan Penuh?

Penggemar Manchester United harus menyesuaikan kalender mereka secara drastis. Pasca-jeda internasional bulan November, Setan Merah dihadapkan pada anomali jadwal yang cukup ekstrem: mereka tidak akan memainkan satu pun pertandingan Liga Primer pada hari Sabtu selama dua bulan ke depan. Situasi ini tentu mengubah rutinitas akhir pekan para suporter yang terbiasa menyaksikan tim kesayangannya berlaga di hari libur tradisional sepakbola Inggris tersebut.

Absennya United di slot hari Sabtu mencakup rentang waktu yang cukup panjang, yakni dari akhir November hingga setidaknya pertengahan Januari saat putaran ketiga Piala FA berlangsung. Dalam periode 10 pertandingan liga ke depan, tim asuhan Ruben Amorim akan menjalani jadwal yang tersebar di hari-hari yang tidak biasa, memaksa fans untuk begadang atau menyisihkan waktu di hari kerja.

Variasi hari pertandingan United dalam dua bulan ini cukup beragam. Mereka dijadwalkan bermain tiga kali pada Senin malam, tiga kali pada hari Minggu, tiga kali di tengah pekan (Selasa/Rabu/Kamis), dan satu kali pada Jumat malam. Bahkan, jadwal kick-off pun bervariasi, mulai dari jam makan siang pukul 12:00 siang waktu setempat hingga slot prime time malam hari.

Terakhir kali Bruno Fernandes dan kawan-kawan merasakan rumput lapangan pada hari Sabtu adalah saat bermain imbang 2-2 melawan Tottenham pada 8 November lalu. Para pendukung baru bisa berharap melihat timnya kembali bermain di hari Sabtu paling cepat pada 17 Januari dalam laga derby melawan Manchester City, itu pun masih menunggu konfirmasi final dari pemegang hak siar televisi.

  • FBL-ENG-PR-MAN UTD-BRIGHTONAFP

    Rincian Jadwal "Gila" Setan Merah

    Jadwal 10 pertandingan ke depan Manchester United benar-benar menguji fleksibilitas para pemain dan pendukungnya. Dimulai dengan laga Senin malam melawan Everton pada 24 November, United kemudian harus bangun lebih awal untuk laga tandang melawan Crystal Palace pada hari Minggu pukul 12:00 siang. Pola acak ini berlanjut hingga pergantian tahun, di mana mereka akan mengawali 2026 dengan lawatan ke Leeds United pada Minggu siang.

    Dominasi pertandingan Senin malam menjadi sorotan utama dalam periode ini. Tercatat ada tiga laga yang ditempatkan pada slot "Monday Night Football", yakni melawan Everton, Wolves, dan Bournemouth. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi fans yang harus bekerja atau bersekolah keesokan paginya, serta bagi pemain yang memiliki waktu pemulihan lebih pendek untuk laga berikutnya.

    Selain itu, periode sibuk di akhir tahun atau Festive Period juga menyumbang kerumitan jadwal. United akan menghadapi Newcastle pada Boxing Day yang jatuh hari Jumat, diikuti laga melawan Wolves pada Selasa sebelum Tahun Baru. Tidak ada jeda akhir pekan yang "normal" bagi skuad Amorim dalam dua bulan ini.

    Secara keseluruhan, dari 24 November hingga 7 Januari, Old Trafford akan menjadi tuan rumah pada hari-hari kerja, sementara laga tandang banyak terjadi di hari Minggu. Ini adalah konsekuensi dari padatnya jadwal sepak bola Inggris yang harus mengakomodasi berbagai kepentingan dalam waktu yang sangat sempit.

  • Iklan
  • Tottenham Hotspur v Manchester United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Efek Domino Kompetisi Eropa Para Rival

    Salah satu alasan utama mengapa United "terusir" dari hari Sabtu adalah partisipasi lawan-lawan mereka di kompetisi Eropa. Meski pemegang hak siar seperti TNT Sports sebenarnya ingin menayangkan laga United vs Crystal Palace dan Leeds United pada Sabtu, regulasi fisik pemain mencegah hal tersebut terjadi.

    Crystal Palace, misalnya, harus bermain tandang melawan Strasbourg di ajang Conference League hanya tiga hari sebelum jadwal awal melawan United. Demikian pula dengan Leeds United yang memiliki pertandingan Liga Primer pada hari Kamis sebelumnya. Liga Primer memiliki aturan ketat yang bertujuan melindungi pemain, di mana tidak boleh ada tim yang bermain dua kali dalam kurun waktu kurang dari 60 jam.

    Akibatnya, pertandingan-pertandingan tersebut harus digeser ke Minggu. Hal ini menciptakan efek domino pada jadwal liga. Tim-tim yang bermain di Liga Europa atau Conference League pada hari Kamis (seperti Aston Villa dan Nottingham Forest) secara otomatis tidak bisa bermain di hari Sabtu, sehingga opsi lawan untuk slot Sabtu menjadi berkurang drastis.

    United, yang musim ini tidak bermain di kompetisi Eropa, justru menjadi korban dari jadwal lawan mereka. Fleksibilitas jadwal United yang lebih longgar dibanding tim-tim "Big Six" lainnya yang bermain di Eropa justru membuat mereka lebih mudah digeser-geser untuk mengakomodasi istirahat tim lain.

  • Aston Villa v Southampton FC - Premier LeagueGetty Images Sport

    Korban Favorit Slot Senin Malam

    Absennya Manchester United di kompetisi Eropa musim ini menjadi pedang bermata dua dalam hal penyiaran. Karena tidak memiliki komitmen bermain di hari Selasa, Rabu, atau Kamis (untuk kompetisi UEFA), United menjadi target utama bagi penyiar televisi untuk mengisi slot pertandingan Senin malam yang sering kali sulit diisi oleh tim-tim top lainnya.

    Tim yang bermain di Liga Champions atau Liga Europa memiliki opsi yang sangat terbatas untuk dipilih bermain pada hari Senin karena alasan pemulihan. Oleh karena itu, United menjadi opsi paling menarik dan "aman" bagi pemegang hak siar untuk ditaruh di slot tersebut guna mendongkrak rating penonton di awal pekan.

    Proses seleksi TV ini juga dipengaruhi oleh aturan kuota. Setiap klub memiliki batas maksimal berapa kali mereka bisa dipilih untuk slot waktu tertentu. United sudah dipilih tiga kali untuk slot Senin, yang berarti mereka hanya bisa dipilih dua kali lagi di sisa musim untuk hari tersebut. Namun untuk saat ini, mereka adalah primadona televisi untuk laga penutup pekan.

    Sky Sports dan TNT Sports memiliki hak eksklusif untuk memilih pertandingan-pertandingan ini. Dengan Sky memegang mayoritas pilihan utama, dan TNT memegang slot Sabtu siang, dinamika pemilihan ini sering kali mengorbankan kenyamanan jadwal demi kepentingan komersial dan rating televisi.

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • FBL-ENG-PR-TOTTENHAM-MAN UTDAFP

    Jadwal Tengah Pekan dan Boxing Day

    Selain faktor televisi dan Eropa, struktur kalender Liga Primer musim ini juga turut andil. Bulan Desember dan Januari memang dikenal dengan jadwal padat yang melibatkan putaran pertandingan tengah pekan (midweek rounds). Laga kandang melawan West Ham dan Wolves, serta lawatan ke Burnley, semuanya jatuh pada putaran tengah pekan ini.

    Pertandingan-pertandingan ini secara teknis bukan laga tunda, melainkan memang dijadwalkan di hari Selasa, Rabu, atau Kamis sebagai bagian dari kalender liga untuk memastikan semua pertandingan selesai tepat waktu di bulan Mei. Hal ini secara otomatis mengurangi jumlah pertandingan yang tersedia di akhir pekan pada bulan-bulan tersebut.

    Tradisi Boxing Day di Inggris juga memainkan peran. Pertemuan United dengan Newcastle United dijadwalkan pada 26 Desember, yang tahun ini jatuh pada hari Jumat. Ini adalah jadwal khusus yang sudah ditentukan sejak awal musim dan merupakan bagian integral dari budaya sepak bola Inggris selama periode liburan Natal.

    Laga terakhir sebelum Natal melawan Aston Villa juga jatuh pada hari Minggu sore. Kombinasi dari putaran tengah pekan, tradisi liburan, dan pergeseran akibat TV membuat hari Sabtu menjadi hari yang "kosong" bagi Manchester United dalam kurun waktu yang sangat lama.

  • FBL-ENG-PR-MAN CITY-MAN UTDAFP

    Protes Klub dan Kekhawatiran Atmosfer

    Manajemen Manchester United tidak tinggal diam melihat situasi ini. Meski mengakui telah menyetujui kontrak siaran baru yang memperbanyak laga non-Sabtu, klub menyadari dampak negatifnya terhadap para suporter. Chief Executive Omar Berrada bahkan telah menghubungi Richard Masters dari Liga Primer untuk menyampaikan kekhawatiran klub secara langsung.

    Inti dari kekhawatiran United adalah keseimbangan antara pendapatan siaran dan pengalaman penggemar. Klub menyoroti bahwa dalam periode 12 minggu dari Oktober hingga Natal, mereka hanya memiliki satu pertandingan kandang di akhir pekan. Hal ini menyulitkan fans, terutama yang berasal dari luar kota atau pemegang tiket musiman, untuk hadir di Old Trafford.

    United menekankan bahwa salah satu nilai jual utama Liga Primer ke seluruh dunia adalah atmosfer stadion yang unik dan bergemuruh. Jika jadwal pertandingan terus-menerus menyulitkan kehadiran suporter, atmosfer tersebut terancam hilang, yang pada akhirnya juga akan merugikan produk tayangan televisi itu sendiri.

    Surat kepada Forum Penggemar menjadi bukti transparansi klub mengenai isu ini. United berada di posisi sulit antara menghormati kontrak komersial yang menguntungkan secara finansial, dan menjaga loyalitas serta kenyamanan basis pendukung mereka yang menjadi nyawa klub.

0