Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

imago-sport-1080559235.jpgZUMA Press Wire

Diterjemahkan oleh

Al-Ittihad di persimpangan jalan: apakah mimpi berakhir sebelum dimulai?

Hasil imbang Al Ittihad melawan Al Khaleej dengan skor 1-1, Sabtu malam, bukan sekadar kehilangan dua poin pada pekan pembuka Liga Roshn, melainkan menjadi lonceng peringatan dini bagi tim yang memasuki musim baru di tengah harapan besar untuk menampilkan wajah yang sama sekali berbeda dari apa yang mereka perlihatkan pada periode lalu.

Hanya beberapa hari sebelumnya, para pendukung "Sang Dekan" tengah larut dalam suasana optimisme setelah kemenangan besar atas Al Jazira dari Uni Emirat Arab dengan skor empat gol tanpa balas pada babak play-off Liga Champions Elite Asia, sebuah laga yang seakan membawa janji akan musim baru. Namun, tergelincir di hadapan Al Khaleej dengan cepat mengembalikan banyak tanda tanya.

  • Tokyo Verdy v Gamba Osaka - J.LEAGUE MEIJI YASUDA J1 100 YEAR VISION LEAGUE Playoff Round 2nd LegJ.LEAGUE

    Empat gol Al Jazira: awal yang sesungguhnya atau sekadar pengecualian?

    Masalahnya bukan pada hasil imbang Al-Ittihad melawan Al-Khaleej, sebab musim ini masih di tahap awal, dan tidak masuk akal untuk menjatuhkan vonis akhir terhadap sebuah tim hanya dari satu pertandingan. Namun yang mencolok adalah skenario ini kembali mengingatkan pada masalah yang sudah lama menghantui "Sang Dekan": tampil hebat dalam satu laga besar lalu tersandung secara mengejutkan, seolah kemenangan tak kunjung menjadi kondisi yang berkelanjutan.

    Baca juga: Postecoglou melayangkan peringatan dini: 3 pertandingan dalam 6 hari, dan kabar gembira soal Ronaldo!

    Kemenangan empat gol atas Al-Jazira melambungkan ekspektasi secara besar-besaran, dan membuat para suporter menanti kelanjutan level permainan yang sama di liga. Namun laga melawan Al-Khaleej mengungkap bahwa jalan masih panjang, dan bahwa Al-Ittihad membutuhkan lebih dari sekadar satu malam istimewa untuk membuktikan bahwa mereka telah menjadi tim yang mampu bersaing secara konsisten.

    Pada saat yang sama, tidak bisa diabaikan situasi yang mewarnai laga melawan Al-Khaleej, terutama kartu merah Danilo Pereira, sebuah momen yang berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan memaksa Al-Ittihad menyelesaikan sebagian penting dari laga dengan sepuluh pemain, yang memberi lawan peluang untuk bangkit dan merebut hasil imbang.

  • Iklan
  • Indikator yang mengkhawatirkan meski unggul lebih dulu

    Namun, meski kartu merah tersebut dipertimbangkan, indikator-indikator terkini layak untuk dicermati. Al-Ittihad masih membutuhkan lebih banyak amunisi, sementara kesenjangan antara ambisi para suporter dan apa yang dimiliki skuad saat ini tampak jelas, hal yang diungkapkan oleh banyak pakar sepak bola.

    Mohamed Noor, legenda Al-Ittihad, tidak hanya berbicara soal kebutuhan tim akan transfer pemain, tetapi juga menyinggung rasa kecewa di kalangan suporter, menegaskan bahwa Al-Ittihad "tidak mendapatkan dukungan yang dapat digunakan untuk mendatangkan para pemain", dan bahwa keterbatasan sumber daya finansial membuat proses membangun tim yang kuat menjadi semakin rumit.

    Di sinilah letak masalah yang sesungguhnya; Al-Ittihad tidak hanya perlu mengembalikan level tekniknya, tetapi juga membangun skuad yang mampu menjalani musim panjang dan bersaing dengan klub-klub yang memiliki opsi luas, karena mengandalkan sekelompok pemain terbatas mungkin cukup untuk menampilkan satu laga besar, tetapi tidak menjamin konsistensi.

  • Keputusan ditunda, tetapi peringatan sudah hadir

    Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa mimpi itu telah berakhir atau bahwa proyek baru Al-Ittihad gagal, sebab tim baru memainkan satu pertandingan saja di liga, dan masih ada puluhan laga di depan untuk memperbaiki arah. Selain itu, kondisi yang menyertai awal musim berbeda dengan fase pertengahannya, dan skuad bisa saja berubah sebelum bursa transfer ditutup.

    Namun sebaliknya, sulit untuk mengabaikan apa yang disampaikan oleh indikasi-indikasi awal. Al-Ittihad perlu menjadikan kemenangan empat gol atas Al-Jazira sebagai awal yang sesungguhnya dan bukan sekadar momen sesaat, serta membuktikan bahwa hasil imbang melawan Al-Khaleej merupakan akibat dari kondisi luar biasa, dan bukan kelanjutan dari pola lama yang selalu berulang setiap kali usai kemenangan besar.

    Para suporter kini tidak mencari keajaiban, melainkan tanda-tanda yang jelas bahwa tim berjalan ke arah yang benar: penambahan pemain berkualitas, kestabilan teknis, kemampuan mempertahankan level permainan, serta karakter yang lebih kuat dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.

    Al-Ittihad tidak sedang menghadapi vonis akhir, tetapi jelas berada di persimpangan jalan lebih awal; entah menyikapi tersendatnya laga melawan Al-Khaleej sebagai peringatan yang patut ditangani, dan mengubah kemenangan empat gol atas Al-Jazira menjadi titik tolak yang sesungguhnya, atau membiarkan musim berjalan dengan cara yang sama seperti yang biasa disaksikan para suporternya: kemenangan yang membangkitkan harapan lalu tersendat yang mengembalikan semua orang ke titik nol.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google