Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa mimpi itu telah berakhir atau bahwa proyek baru Al-Ittihad gagal, sebab tim baru memainkan satu pertandingan saja di liga, dan masih ada puluhan laga di depan untuk memperbaiki arah. Selain itu, kondisi yang menyertai awal musim berbeda dengan fase pertengahannya, dan skuad bisa saja berubah sebelum bursa transfer ditutup.
Namun sebaliknya, sulit untuk mengabaikan apa yang disampaikan oleh indikasi-indikasi awal. Al-Ittihad perlu menjadikan kemenangan empat gol atas Al-Jazira sebagai awal yang sesungguhnya dan bukan sekadar momen sesaat, serta membuktikan bahwa hasil imbang melawan Al-Khaleej merupakan akibat dari kondisi luar biasa, dan bukan kelanjutan dari pola lama yang selalu berulang setiap kali usai kemenangan besar.
Para suporter kini tidak mencari keajaiban, melainkan tanda-tanda yang jelas bahwa tim berjalan ke arah yang benar: penambahan pemain berkualitas, kestabilan teknis, kemampuan mempertahankan level permainan, serta karakter yang lebih kuat dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.
Al-Ittihad tidak sedang menghadapi vonis akhir, tetapi jelas berada di persimpangan jalan lebih awal; entah menyikapi tersendatnya laga melawan Al-Khaleej sebagai peringatan yang patut ditangani, dan mengubah kemenangan empat gol atas Al-Jazira menjadi titik tolak yang sesungguhnya, atau membiarkan musim berjalan dengan cara yang sama seperti yang biasa disaksikan para suporternya: kemenangan yang membangkitkan harapan lalu tersendat yang mengembalikan semua orang ke titik nol.