Inter, Persib & Kongsi Akademi Klub Top Eropa Di Asia

Komentar()
Fino Simarmata
Tidak hanya Inter Milan dan Persib Bandung, sejumlah klub top Eropa berikut pernah atau sedang mengembangkan bisnis pengembangan usia muda di Asia.

  1. Getty Images

    INTER MILAN

    Kerja sama Inter dengan Persib Bandung baru saja diumumkan awal pekan ini, tepatnya Selasa (13/2) lalu. Melalui kerja sama ini, siswa akademi Persib dapat merasakan metode kepelatihan ala Inter. Namun, sebagai langkah pertama, Inter terlebih dahulu menggelar pelatihan kepada para pelatih lokal. Presiden Erick Thohir mengatakan akademi Inter berpeluang dibuka di kota lain di Indonesia. Negara Asia lain tempat Inter membuka akademi adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Jepang. Tak tanggung-tanggung, akademi Inter di Tiongkok tersebar di empat kota sekaligus, yaitu Chengdu, Jiangsu, Beijing, dan Shanghai (bersama klub Yi Tao FC).
  2. Getty

    AC MILAN

    Rossoneri juga memiliki akademi yang tersebar di dua lokasi di Asia, yaitu di Uni Emirat Arab dan Tokyo. Program akademi ini dinamakan "Scuola Calcio", yang secara harfiah berarti "sekolah sepakbola". Selain Scuola Calcio, Milan juga mengembangkan Junior Camp, yang sayangnya tidak satu pun berlokasi di Asia. Total, akademi Milan tersebar di 25 negara di seluruh penjuru dunia, melibatkan lebih dari 37 ribu anak, dan lebih dari 1.500 pelatih.
  3. Getty Images

    PARIS SAINT-GERMAIN

    Berkat relasi sponsor yang juga menjadi penyokong dana Bali United, PSG membuka akademi di Bali sejak 2017. Akademi PSG melatih anak-anak berusia mulai enam hingga 19 tahun dan klub ibukota Prancis itu mengangkat mantan striker asal Portugal, Pedro Pauleta, sebagai duta besar akademi. Program pengembangan akademi dijalankan PSG mulai 2005 dengan berlokasi di Prancis dan juga luar negeri. Selain di Indonesia, akademi PSG terdapat di tiga negara lain di Asia, yaitu di Arab Saudi, Lebanon, dan India.
  4. GOAL Vietnam

    ARSENAL

    Klub London Utara ini boleh dibilang klub top Eropa pertama yang menjangkau wilayah Asia Tenggara ketika mengembangkan akademi internasional bekerja sama dengan klub Vietnam, Hoang Anh Gia Lai, dan JMG. Kerja sama yang dirintis pada 2007 itu meliputi area teknis dan pemasaran, namun telah berakhir 2017. Secara berkala, siswa akademi HAGL berprestasi dikirim berlatih bersama skuat Arsenal U-18 di London. Sebagian penggawa timnas junior Vietnam merupakan jebolan akademi ini.

    Arsenal pernah pula menjangkau Indonesia pada 2007 dengan mendirikan sebuah sekolah sepakbola. Di Tiongkok, The Gunners bekerja sama dengan perusahaan iRENA pada 2015 untuk membuka sejumlah sekolah sepakbola di sana, antara lain di Shanghai dan Chengdu. Lokasi di kawasan Asia lain yang memiliki program pengembangan sepakbola usia muda Arsenal adalah Hong Kong dan Uni Emirat Arab.

  5. SOCIAL MEDIA

    LIVERPOOL

    Dengan strategi pemasaran "Playing The Liverpool Way", klub Merseyside Merah ini memiliki akademi di empat negara Asia, yaitu Uni Emirat Arab, India, Jepang, dan Korea Selatan. Di India, Liverpool membuka Pusat Pengembangan Pemain; sedangkan cabang yang baru dibuka awal 2017 di Jepang bekerja sama dengan Sekolah Internasional Nishimachi. Liverpool pernah pula membuka sekolah sepakbola di Indonesia pada 2011. The Reds juga memiliki sebuah akademi di Australia. Jika ditelusuri lebih dalam, Liverpool banyak membuka akademi internasional di berbagai negara bagian Amerika Serikat.

  6. Julian Finney

    CHELSEA

    Sejak 2013, Chelsea bekerja sama dengan Guangzhou R&F dalam membina pemain muda Tiongkok di Meizhou. Kawasan yang dijuluki "kandang sepakbola Tiongkok" itu dipandang sempurna dalam mengembangkan bibit-bibit pemain unggulan. Kerja sama dengan R&F merupakan bagian ekspansi masif yang dilakukan The Blues setelah sebelumnya merambah Hong Kong, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Indonesia.
  7. Getty Images

    MANCHESTER CITY

    "Who Could You Become?". Ini adalah pesan yang disampaikan City guna menarik minat calon pemain untuk mengikuti program pengembangan usia muda yang dimilikinya. Klub Eastlands ini hanya memiliki sebuah sekolah sepakbola internasional yang berlokasi di Uni Emirat Arab. Selain itu, City memiliki program kerja sama dengan klub seinduk seperti Melbourne City di Australia.
  8. Getty

    REAL MADRID

    Klub raksasa Spanyol ini tak ketinggalan mengintip pasar Asia dengan mengembangkan akademi yang bekerja sama dengan Guangzhou Evergrande sejak 2012. Akademi yang berlokasi di Qingyuan itu dijuluki "akademi terbesar di dunia" karena memperkerjakan 24 pelatih langsung dari Madrid, diikuti ribuan siswa, memiliki lebih dari 40 lapangan sepakbola, dan berfasilitas standar dunia.

    El Real juga memiliki akademi yang beroperasi di Singapura. Sejatinya, Madrid sempat memiliki sekolah sepakbola dan berencana membuka sebuah akademi di Bali, Indonesia, pada 2008 silam. Sayangnya, rencana itu tak berlanjut.

  9. Getty

    BARCELONA

    Barcelona pun memiliki akademi di Asia. Tak mau kalah dengan Madrid, Blaugrana sejak 2017 memiliki pusat pengembangan sepakbola usia muda FCBEscoles yang bermarkas di Haikou, Tiongkok. Konsep serupa telah lebih dahulu dijalankan di berbagai negara Asia, seperti Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, Jepang, dan juga di Australia. FCBEscoles juga pernah dibuka di Indonesia pada 2012.
  10. LaLiga

    LA LIGA

    Konsep akademi ini menarik karena tidak dimiliki atau berafiliasi dengan klub tertentu, melainkan langsung dikendalikan oleh La Liga Spanyol. Konsep serupa telah lebih dahulu dikenal publik sepakbola Uni Emirat Arab. Akademi di sana merupakan yang satu-satunya di kawasan Timur Tengah. Para pemain didampingi oleh pelatih dan konselor La Liga. Selain mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan di Spanyol, para siswa juga berpeluang mendapat beasiswa sepakbola di sejumlah universitas Amerika Serikat.

    Akademi La Liga telah beroperasi di Indonesia sejak 2017. Meski tidak menawari kesempatan beasiswa, akademi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan metode pelatihan dari para pelatih bersertifikat UEFA. Akademi di Jakarta merupakan yang pertama di Asia Tenggara.