
Fino Simarmata/Goal IndonesiaSandy Mariatna
Adu Pemain Kunci Liverpool Vs Manchester City: Ketat Di Semua Lini

Goal/Getty1Penyerang: Mohamed Salah vs Raheem Sterling
Penampilan Mohamed Salah boleh jadi kurang gereget di awal musim ini. Walau begitu, sudah tiga gol disumbangkan olehnya sejauh ini, mengindikasikan bahwa Sang Raja Mesir masih sangat berbahaya jika dibiarkan bebas berkeliaran di kotak penalti.
Bukti lainnya adalah, Salah masuk dalam tiga besar pemain yang paling banyak melepas tembakan di Liga Primer sejauh ini. Topskor EPL 2017/18 ini cuma butuh ketenangan di depan gawang agar konversi golnya membaik.
Performa Raheem Sterling di musim ini barangkali sedikit lebih baik dari Salah. Empat gol plus dua assist berhasil diukirnya, menunjukkan bahwa ia bermain lebih efektif. Sterling juga bisa ditempatkan di sayap kiri, kanan, bahkan sebagai striker – membuat serangan City menjadi lebih variatif dan sulit ditebak.
Goal/Getty2Gelandang: James Milner vs David Silva
Di usia 32 tahun, James Milner menjadi sosok yang tidak tergantikan di Liverpool. Stamina dan determinasinya amat cocok dengan gegenpressing yang diterapkan Jurgen Klopp. Belum lagi dengan keserbabisaannya menempati banyak posisi.
Milner bahkan layak disebut sebagai pemain terbaik Liverpool di awal musim ini dan boleh jadi sedang menjalani musim terbaik dalam kariernya. Ia menjadi motor penggerak tim di lini tengah dan distribusi bolanya juga sangat baik.
Di kubu sebelah, sama seniornya dan sama berpengaruhnya dengan Milner adalah David Silva. Kehadiran Silva membuat mesin lini tengah Man City tetap bekerja seperti biasa kendati tanpa diperkuat pemain terpenting mereka di musim lalu, Kevin De Bruyne, yang dibekap cedera sejak pekan kedua.
Hingga pekan ketujuh, Silva sudah menyumbang dua gol namun masih belum membuat assist. Walau begitu, ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah penciptaan peluang terbanyak di Liga Primer (20), setara dengan Felipe Anderson (West Ham United).
3Bek: Virgil Van Dijk vs Aymeric Laporte
Sama-sama diboyong pada Januari lalu dengan harga tinggi, Virgil van Dijk dan Aymeric Laporte tak butuh waktu lama untuk menyatu dengan skema tim barunya. Dampak Van Dijk di Liverpool bahkan langsung terasa nyata.
Kehadiran Van Dijk merevolusi cara bertahan The Reds, dari yang tadinya dikenal ceroboh menjadi disiplin. Di musim lalu, bek asal Belanda ini mampu menginspirasi perjalanan Liverpool hingga ke final Liga Champions, termasuk mengeliminasi City di perempat-final.
Sementara itu, pengaruh Laporte di City memang tidak sesignifikan Van Dijk, namun bek asal Prancis ini sangat bisa diandalkan. Terbukti, ia menjadi satu-satunya pemain outfield City yang selalu tampil penuh di seluruh partai Liga Primer musim ini.
Goal/Getty4Kiper: Alisson vs Ederson
Ketatnya duel antarlini kedua tim sudah tersaji sejak di sektor kiper. Alisson Becker di kubu The Reds dan Ederson Moraes di pihak The Citizens, yang tidak lain adalah dua penjaga gawang jempolan asal Brasil.
Refleks yang lebih bagus membuat Alisson lebih dipercaya menjadi kiper nomor satu di timnas Brasil, namun keduanya tetap menjadi andalan di klub masing-masing. Statistik keduanya di Liga Primer Inggris musim ini juga relatif seimbang: sama-sama baru kebobolan tiga gol dan membuat empat clean sheet hingga pekan ketujuh.
Ederson punya keunggulan dalam distribusi bola sehingga ia klik dengan skema permainan Pep Guardiola. Adapun Alisson, yang baru datang di musim panas kemarin dengan status kiper termahal sejagat selama beberapa pekan, langsung menjadi obat mujarab dari penyakit Liverpool selama beberapa tahun terakhir, yakni tak punya kiper tangguh.
Iklan