Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Aubameyang | Arsenal - Mane | LiverpoolGoal / Getty

Adu Pemain Kunci Arsenal Vs Liverpool: Sayap-Sayap Cepat

  • Aubameyang | Arsenal - Mane | LiverpoolGoal / Getty

    1Penyerang: Pierre-Emerick Aubameyang vs Sadio Mane

    Dua pemain tersubur Arsenal dan Liverpool di EPL musim ini berasal dari sayap: Pierre-Emerick Aubameyang sudah mengoleksi tujuh gol, sedangkan Sadio Mane mencetak enam gol.

    Ketika masih di Borussia Dortmund, Aubameyang berkembang menjadi ujung tombak mematikan yang haus gol. Namun di musim ini, ia harus kembali bergeser ke sayap untuk mengakomdasi Alexandre Lacazette. Nyatanya, gelontoran gol-gol Auba tetap deras dan bahkan ia mengukir satu gol tiap 27 menit dalam tiga partai EPL terakhir!

    Sementara itu, performa Mane terlihat makin menggembirakan. Ia seperti keluar dari bayang-bayang Mohamed Salah dan selalu siap menebar teror setiap kali berada di area pertahanan lawan. Mane bakal menjadi senjata utama The Reds untuk menebar teror di Emirates akhir pekan ini.

  • Iklan
  • Aubameyang | Arsenal - Mane | LiverpoolGoal / Getty

    2Gelandang: Granit Xhaka vs Georginio Wijnaldum

    Meski berposisi sebagai gelandang tengah, Granit Xhaka dan Georginio Wijnaldum sama-sama punya kemampuan unik untuk bermain layaknya seorang winger.

    Tugas crossing yang biasanya banyak dilakukan pemain sayap, justru lebih sering dilakukan oleh Xhaka. Ia bahkan tercatat sebagai pemain Arsenal yang paling sering melepas umpan silang di musim ini. Eksekusi bola mati dan tembakan jarak jauh yang oke menjadi poin plus lain dari gelandang Swiss ini, sebagaimana ditunjukannya saat mencetak gol cantik kontra Crystal Palace akhir pekan lalu.

    Sementara itu, Wijnaldum malah dulunya adalah seorang pemain sayap. Tidak heran gelandang asal Belanda ini masih mewarisi kemampuan sebagai winger: lincah dan suka mendribel bola. Tusukannya dari lini kedua sangat dinanti dan bisa menjadi solusi ampuh apabila trio lini depan The Reds buntu.

  • Aubameyang | Arsenal - Mane | LiverpoolGoal / Getty

    3Bek: Hector Bellerin vs Andrew Robertson

    Adu cepat pemain sayap kedua tim sudah dimulai sejak dari lini belakang. Ya, Arsenal dan Liverpool sama-sama mengandalkan kecepatan full-back Hector Bellerin dan Andrew Robertson. Kebetulan, keduanya bakal sering bersinggungan di satu sisi lapangan sehingga pertarungan seru siap tersaji.

    Hingga Oktober, Bellerin layak mendapat kredit lebih lantaran sudah mengumpulkan empat assist, membuatnya menjadi penyuplai assist terbanyak untuk Arsenal sejauh ini. Sang bek kanan pun menjadi kunci permainan Arsenal.

    Robertson mungkin tidak seagresif Bellerin, tapi bek kiri asal Skotlandia ini punya etos kerja yang luar biasa, sesuai dengan karakter bermain Jurgen Klopp. Lebih lanjut, jumlah kreasi peluang Robertson menjadi yang terbaik kedua di Liverpool, cuma kalah dari Mohamed Salah.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Aubameyang | Arsenal - Mane | LiverpoolGoal / Getty

    4Kiper: Bernd Leno vs Alisson Becker

    Awalnya bukan pilihan utama Unai Emery di awal musim ini, tapi Bernd Leno langsung membuat impresi positif setelah Petr Cech cedera. Refleks dan penyelamatan kiper Jerman ini patut diacungi jempol untuk membantu Arsenal menjalani rentetan kemenangan sepanjang Oktober.

    Adaptasinya dengan sepakbola Inggris tampak mulus. Patut dinanti apakah Leno bisa menggaransi tempatnya setelah Cech sembuh. Jika tiada aral melintang, ia bakal menjadi kiper nomor satu The Gunners selama beberapa tahun ke depan.

    Berbeda dengan Leno, Alisson sudah didaulat sebagai kiper utama Liverpool sejak diboyong dengan status kiper termahal di dunia. Dengan harga tiga kali lipat lebih mahal dari Leno, Alisson sejauh ini mampu menjadi obat mujarab dari penyakit Liverpool selama beberapa tahun terakhir, yakni tak punya kiper tangguh.