modric Getty Images

AC Milan Optimistis Pagari Luka Modric Satu Tahun Lagi, Sang Maestro Belum Habis!

  • Menolak Tua: Fenomena Modric Di San Siro

    Keputusan Modric untuk meninggalkan kenyamanan Real Madrid pada musim panas 2025 dan menjajal tantangan baru di Italia sempat diragukan banyak pihak. Datang dengan status bebas transfer dalam kesepakatan satu tahun, banyak yang mengira ini hanya akan menjadi "tur perpisahan" bagi sang gelandang. Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Modric sukses membungkam keraguan tersebut dan membuktikan bahwa kelasnya bersifat permanen.

    Sejauh musim ini berjalan, Modric telah mencatatkan hampir 2.000 menit bermain di semua kompetisi untuk skuad Allegri. Statistiknya—dua gol dan tiga assist—mungkin terlihat sederhana, namun pengaruhnya sebagai metronom lini tengah dan penyeimbang tim jauh melampaui angka-angka tersebut. Ia menjadi roda penggerak yang tak tergantikan dalam mesin taktis Rossoneri, menunjukkan stamina dan visi yang jarang dimiliki pemain seusianya.

    Menurut laporan dari CalcioMercato, terdapat "optimisme yang berkembang" di kubu Milan bahwa Modric akan menyetujui kesepakatan baru. Hubungan profesional yang sangat baik antara dirinya dan Allegri, yang dibangun di atas rasa saling menghormati dan kepercayaan, menjadi kunci utama negosiasi ini.

  • Iklan
  •  Modric 2-1Getty Images

    Klausul 'Liga Champions' Dan Dilema Menit Bermain

    Secara teknis, Milan memegang kendali atas masa depan jangka pendek Modric. Terdapat klausul khusus dalam kontraknya yang memungkinkan klub untuk memicu perpanjangan otomatis selama satu tahun jika Rossoneri berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Kesepakatan ini juga mencakup kenaikan gaji yang signifikan, mencapai angka sekitar €4,5 juta per musim.

    Namun, uang bukanlah motivator utama bagi pemain yang akan berusia 41 tahun pada September mendatang ini. Mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut menegaskan bahwa ia hanya akan bertahan jika mendapatkan jaminan teknis. Modric, sang pemenang Ballon d'Or, tidak datang ke Milan untuk menghabiskan masa pensiunnya dengan duduk manis di bangku cadangan. Ia ingin kepastian bahwa ia akan tetap memegang peran sentral dalam proyek tim musim depan.

    Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa Modric tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Ia akan menunggu hingga akhir musim untuk mengevaluasi motivasi pribadinya dan kondisi fisiknya sebelum menandatangani dokumen apa pun. Sikap serupa juga diambil oleh bintang Milan lainnya, Christian Pulisic, yang saat ini juga menunda pembicaraan kontrak baru.

  • Pujian Rekan Setim: 'Dia Bisa Main Sampai Usia 46!'

    Kekaguman terhadap Modric tidak hanya datang dari manajemen dan pelatih, tetapi juga dari rekan-rekan setimnya yang menyaksikan keajaibannya setiap hari di Milanello. Christopher Nkunku, penyerang Milan, memberikan testimoni yang menggelitik tentang kualitas sang veteran.

    "Luka itu luar biasa: dia memiliki bakat unik dan memberikan umpan silang yang luar biasa. Jika saya mencoba melakukan itu, pinggul saya mungkin akan copot," canda Nkunku. "Sungguh menakjubkan dia berusia 40 tahun, tapi dia bisa bermain sampai usia 45 atau bahkan 46 tahun."

    Pujian ini mencerminkan betapa vitalnya kehadiran Modric di ruang ganti Milan, di mana ia menularkan mentalitas juara yang ia bawa dari Spanyol.

  • Misi Mengamankan Para Senior

    Selain fokus pada Modric, manajemen Milan juga tengah sibuk memagari pilar-pilar senior lainnya. Mike Maignan, kiper utama tim, telah berhasil diyakinkan untuk berkomitmen pada masa depannya di klub. Langkah selanjutnya adalah mengamankan tanda tangan bek timnas Inggris, Fikayo Tomori, yang kontraknya akan berakhir pada 2027. Ruben Loftus-Cheek juga dilaporkan telah menerima tawaran perpanjangan kontrak untuk menjaganya tetap merumput di Italia.

  • Luka Modric AC Milan 2025-26Getty

    Dari Madrid Ke Milan: Mencari Gairah Yang Sama

    Dalam sebuah refleksi tentang kepindahannya, Modric mengungkapkan alasan emosional mengapa ia memilih Milan setelah 13 tahun bergelimang trofi di Madrid. Baginya, Milan adalah satu-satunya klub yang bisa menandingi aura Los Blancos.

    "Itu tidak mudah. Saya menghabiskan hampir separuh hidup saya di sana (Madrid). Saya tiba saat usia 27 dan pergi saat hampir 40. Di klub yang tidak menoleransi mediokritas, bertahan selama itu adalah hal yang luar biasa," ungkap Modric.

    "Saya pikir saya bergabung dengan klub yang sangat dekat dengan reputasi dan sejarah Madrid. Itu adalah situasi yang ideal bagi saya. Ketika kesempatan Milan datang, saya tahu itu yang tepat. Orang-orang menyambut saya dengan fenomenal, di dalam dan di luar klub. Anda merasakan di setiap langkah bahwa Milan adalah raksasa yang bersejarah."

    Pernyataan ini memberikan harapan besar bagi para Milanisti bahwa sang legenda masih memiliki urusan yang belum selesai di San Siro dan siap untuk terus menari di lapangan hijau setidaknya satu musim lagi.

0