Kejayaan AC Milan. Dalam laga tersulit, AC Milan tampil perkasa dan kembali menghidupkan ambisi untuk menjalani musim di papan atas. Rabiot dan rekan-rekannya tidak gentar menghadapi kemungkinan tertinggal 10 poin dari Inter. Sebaliknya, mereka mampu mengejutkan Inter dengan dua gol dalam sembilan menit pertama pertandingan.
Getty Images SportAC Milan, Amorim memenangi duel taktik melawan Chivu: skakmat Inter dalam tiga langkah
AMORIM SEMPURNA
Laga yang berlangsung di hadapan penonton dalam atmosfer luar biasa itu bukan sekadar derbi pertama Amorim sebagai pelatih Milan, melainkan derbinya Amorim: pelatih asal Portugal itu membuat perbedaan lewat keputusan-keputusan yang berani sekaligus jitu. Rencana pertandingannya nyaris sempurna. Milan hanya tertekan oleh reaksi sengit Inter pada menit ke-20 hingga ke-35 babak pertama. Setelah itu, Milan mengendalikan pertandingan dengan berpegang pada prinsip permainannya, tanpa pernah kehilangan arah. Yang paling berkesan tentu respons mereka sebagai tim yang kuat dan matang setelah kekalahan buruk dari Bologna Rabu lalu.
Tiga langkah jitu Amorim
Keberanian dan ide membuahkan hasil. Mungkin tidak selalu langsung, tetapi selalu dalam jangka panjang. Amorim tidak melihat rekam jejak atau usia para pemainnya, melainkan apa yang ia lihat dalam keseharian di Milanello. Karena itu, kesempatan dan kepercayaan diberikan kepada Diawara yang berusia 20 tahun. Bersama Gila, ia mampu membatasi daya serang Inter di kedua sisi lapangan: Inter hanya sekali menciptakan bahaya lewat umpan silang, dan Maignan yang tampil luar biasa berhasil menggagalkan upaya Spence.
Keputusan memasang tiga pemain di lini tengah dengan Musah, alih-alih menggunakan dua gelandang seperti biasanya, menutup jalur umpan dan ruang bagi Calhanoglu, yang terus ditempel mantan pemain Atalanta itu. Rencana taktis untuk Musah juga punya tujuan lain: melindungi Modric agar ia lebih leluasa bergerak melebar untuk membangun permainan dan menciptakan peluang gol.
Dalam sepakbola, pemain berbakatlah yang membuat perbedaan dan menentukan hasil pertandingan lewat permainan mereka. Milan punya dua pemain seperti itu, Rabiot dan Moreira, dan memaksimalkan keduanya dengan membebaskan mereka dari tugas berlebihan saat transisi tanpa bola. Koneksi keduanya, di dalam maupun di luar lapangan, menghibur dan menggembirakan para pendukung Milan. Cardinale pun bertepuk tangan untuk tim dengan gembira dari tribune: Milan bisa naik ke level berikutnya.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami


