Klub Barcelona menempatkan bintang Argentina, Julian Alvarez, sebagai prioritas utama untuk memperkuat lini serangnya, meskipun Atletico Madrid menolak bernegosiasi soal penjualan bintangnya tersebut.
Meski demikian, direktur olahraga Barca, Deco, tidak melupakan sejumlah alternatif, sebagaimana halnya kecerdasan buatan, yang mengusulkan nama-nama lain untuk mengantisipasi gagalnya kesepakatan Alvarez.
"Surat kabar Sport" dalam laporannya menyebutkan bahwa pilihan yang paling disukai kecerdasan buatan di lini serang adalah Joao Pedro, pemain Chelsea, yang berusia 24 tahun.
Kecerdasan buatan itu berkata, "Pedro akan menjadi alternatif pertamaku untuk Julian Alvarez. Ia bukan penyerang konvensional, tetapi ia mampu bermain sebagai ujung tombak, penyerang kedua, atau pengatur serangan, menghubungkan antarlini dan ikut dalam pressing. Ia mungkin menjadi kandidat yang paling selaras dengan para pemain Barcelona, karena ia tidak perlu selalu berada di dalam kotak penalti."
Namun kendala terbesar terletak pada harganya, karena Chelsea membayar 70 juta euro untuk merekrutnya musim panas lalu.
Kecerdasan buatan itu menambahkan, "Masalahnya terletak pada kesepakatannya. Joao Pedro terikat kontrak hingga tahun 2033, dan ia terpilih sebagai pemain terbaik di klub selama musim 2025-2026, sehingga meyakinkan Chelsea untuk melepaskannya akan sangat mahal."
Kecerdasan buatan itu memberikan Joao Pedro penilaian sebesar 9 dari segi kecocokan, dan hanya 4 dari segi kemungkinan terwujudnya kesepakatan.




