Timnas Indonesia akan menjamu Bahrain pada partai pembuka Anniversary Cup 2018, di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4) besok. Secara level, Bahrain berada di atas timnas Indonesia.
Gaya main dari Bahrain yang memiliki fisik lebih unggul ketimbang Indonesia sudah dipelajari tim pelatih Garuda. Pergerakan cepat dari mereka pun jadi pusat perhatian Hansamu Yama dan kolega.
"Kami sudah melihat beberapa video bahwa mereka selalu press [menekan]. Makanya kami harus latih pemain supaya bisa keluar dari situasi tersebut untuk cepat melakukan transisi," ucap Bima Sakti, asisten pelatih.
Indonesia punya bekal untuk menghadapi Bahrain, yakni pengalaman mereka dari partai persahabatan melawan Suriah, November tahun lalu. Bahrain dan Suriah dianggap tidak jauh berbeda soal fisik.
"Secara fisik dan kecepatan kami pikir, mereka kurang lebih sama seperti tim Suriah kemarin, tapi saya pikir kami bisa beradaptasi dengan hal tersebut," tukas mantan kapten timnas Indonesia itu.
Sekadar mengingatkan, Indonesia pernah dilahap 10-0 oleh Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Bahrain, 2012 lalu. Hal itu jadi alarm tersendiri untuk Milla, meski kedua tim sudah jauh berbeda saat ini.


