Pierre-Emerick Aubameyang Barcelona 2021-22Getty Images

Xavi: Terima Kasih, Arsenal! Pierre-Emerick Aubameyang Durian Runtuhnya Barcelona

Xavi bersyukur bisa merekrut Pierre-Emerick Aubameyang setelah striker Gabon itu mencetak gol kala Barcelona menghajar Osasuna 4-0, Senin (14/3) dini hari WIB, dan menyebutnya sebagai "kado yang jatuh dari langit".

Barca mencatatkan empat kemenangan beruntun di La Liga dan tampil memukau menghadapi Osasuna di Camp Nou.

'Brace' Ferran Torres dan sumbangan dari Aubameyang serta Riqui Puig menyegel tiga poin buat tim tuan rumah, dan Xavi memuji bekas striker Arsenal itu setinggi langit usai pertandingan.

Apa yang dikatakan?

Aubameyang kini sudah mencetak enam gol dari sembilan penampilan buat Blaugrana sejak direkrut secara gratis pada 2 Februari kemarin.

Barca mencaplok bomber 32 tahun itu setelah Arsenal memutus kontraknya dengan kesepakatan bersama, dan Xavi terkesan dengan dampak yang ia berikan.

"Aubameyang adalah kado yang jatuh dari langit," ucap bos Barca itu pasca-pertandingan.

"Bukan cuma [gol], tapi juga caranya berlatih dan profesionalismenya. Dia adalah seorang teladan, begitu pula dengan [semua pemain]."

Xavi juga memuji Torres karena membungkam para peragu. Pesepakbola yang dibeli Barca dari Manchester City dengan harga €55 juta di bursa transfer musim dingin itu sudah mulai moncer setelah sempat terseok.

"Saya sudah bilang gol Ferran akan segera datang," imbuh Xavi.

"Dia mencetak gol di mana pun dia berada: Valencia, Man City, dan bersama timnas Spanyol. Cuma soal waktu. Saya senang dengan penampilannya."

Ousmane Dembele juga mempertontonkan performa ciamik dari sayap kanan setelah gagal ditransfer Januari kemarin.

"Jika Anda tampil [bagus], maka Anda membuat orang bahagia," imbuh Xavi soal winger Prancis itu, yang kontraknya bakal habis Juni besok.

"Fans bisa melihat dia memberikan segalanya buat Barca dan Anda tak bisa menipu fans. Ia hebat hari ini."

Barcelona calon kampiun La Liga?

Barca menyentuh peringkat ketiga setelah kemenangan terakhir mereka, 12 poin di belakang Real Madrid setelah 27 pertandingan.

Setelah leg kedua babak 16 besar Liga Europa mereka kontra Galatasaray, pasukan Xavi akan melawat ke kandang Madrid di Santiago Bernabeu, tetapi dia tidak merasa kemenangan akan mengangkat status mereka menjadi penantang gelar.

"Menjuarai La Liga itu sulit sekali, bahkan jika kami mengalahkan Real madrid," ujar Xavi.

"Terutama karena Madrid tidak terpeleset. Mereka baru kalah dua kali. Mereka harus kehilangan poin empat kali, jadi kami tak bisa terlalu optimistis."

"Tetapi sensasinya sangat bagus. Jika kami bisa membawa intensitas ini ke setiap laga, maka kami bisa berkompetisi melawan siapa saja."

Iklan