Manajer Tottenham Hotspur Antonio Conte mengaku sulit untuk mengamankan zona Liga Champions musim depan setelah kalah 2-0 melawan Wolverhampton Wanderes, Minggu (13/2) malam WIB tadi.
Gol babak pertama Raul Jimenez dan Leander Dendoncker membuat tim tamu arahan Bruno Lage meraih kemenangan di London utara, untuk sekaligus membuat Spurs menelan tiga kekalahan beruntun di liga.
Performa buruk itu, setelah sembilan pertandingan tak terkalahkan beruntun di awal masa kepemimpinannya, menjadi ujian serius bagi Conte - dan sekarang pelatih asal Italia itu mengakui bahwa tanpa mentalitas untuk menang saat tertinggal, timnya takkan masuk empat besar.
Kata Conte
“Ketika Anda kalah di dua laga kandang beruntun dan di pertandingan sebelumnya melawan Chelsea, sebuah tim yang ingin ke Liga Champions, [itu] mustahil [untuk menembus empat besar],” kata Conte kepada Sky Sports saat bubaran.
“Masalahnya adalah, Anda tidak bisa membeli mentalitas pemenang. Saya coba mentransfernya hari demi hari namun [saya] menjadi tidak yakin dari hari demi hari, sebagaimana ada pemain yang lebih terbuka dan mereka memahami prosesnya dengan cepat tapi ada pemain yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami hal ini.
"Mentalitas pemenang menurut saya, ketika Anda bermain, [berpikir] 'Saya siap membunuhmu dan tetap hidup'. Ini adalah perbedaan dalam setiap duel, setiap bola kedua, setiap set-piece."
Spurs Ukir Catatan Buruk
Periode bulan madu tampaknya berakhir bagi Conte, yang juga mengalami kekalahan di semi-final Piala Liga melawan Chelsea, dan itu semakin menghambat usahanya untuk meraih gelar setelah menggantikan Nuno Espirito Santo pada akhir tahun lalu.
Kekalahan terakhir membuatnya menyamai pencapaian yang tidak diinginkan Santo dalam hal laju tanpa kemenangan.
Spurs kini kalah tiga kali berderet untuk kedua kalinya di Liga Primer musim ini, setelah kalah sebanyak itu pada September - menjadi yang pertama sejak 2004/05.


