Wilfried Zaha mengungkapkan cerita kelamnya ketika menjalani karier di Manchester United yang tak berjalan sesuai ekspektasi.
Akhir musim 2012/13, Zaha menjadi rekrutan final Sir Alex Ferguson dan menyangka akan dilatih oleh sang manajer legendaris. Namun ternyata Ferguson pensiun dan digantikan oleh David Moyes.
Datang dengan reputasi sebagai salah satu talenta menjanjikan Inggris -- sebelum kemudian berganti paspor menjadi Pantai Gading -- Zaha tersisihkan dari skuat Moyes dan harus lebih banyak menghabiskan sebagai pinjaman di klub lain.
Winger yang kini berusia 26 tahun sempat dipinjamkan ke Cardiff City dan juga Crystal Palace, sebelum klub terakhir membelinya secara permanen pada musim panas 2015.
"Kesempatan untuk bermain bersama Manchester United. Itu melampaui apa pun yang bisa saya harapkan dan saya mengira akan seperti itu," ungkap Zaha kepada Daily Mail.
"Saya mencoba untuk bekerja sekeras mungkin dalam setiap latihan untuk menunjukkan kepada klub tentang apa yang bisa saya lakukan."
"Tapi ketika mereka mencoret saya dari skuat Liga Champions dan memanggil Adnan Januzaj, yang tak pernah bermain untuk skuat utama, saya tahu masalahnya lebih besar dari yang saya kira dan melampaui aspek sepakbola."
"Ketika masalahnya bukan tentang sepakbola atau kemampuan bermain, apa yang bisa saya lakukan?"
"Tidak diberi kesempatan bermain secara adil dan menyebut saya gagal lebih menyakitkan saya. Bagaimana bisa saya melakukannya jika tidak diberikan kesempatan yang adil?" lanjutnya.
"Saya melihat Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, tipe-tipe pemain seperti mereka dan gemar menggiring bola, saya seperti mereka tapi mereka diberi ruang untuk unjuk kemampuan."





