Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menyesalkan kekalahan 3-2 yang dialami tim besutannya dari Persiba Balikpapan di Stadion Batakan, Senin (16/10) malam WIB, pada pekan ke-29 Liga 1 2017.
Bali United sempat memimpin 2-1 hingga menit ke-88. Namun keunggulan itu tidak bisa dipertahankan, karena Persiba mampu bangkit, dan mencetak dua gol kemenangan. Menurut Widodo, kekalahan disebabkan pemain kehilangan konsentrasi, dan tidak pintar memainkan tempo.
“Konsentrasi pemain kami yang kurang sabar, dalam arti tidak bisa memainkan ritme. Kami sudah unggul 2-1, mestinya kami memainkan ritme, dan ternyata kami berusaha untuk terus menambah jumlah gol, jadi kami kehilangan konsentrasi,” ungkap Widodo.
“Kesalahan-kesalahan tadi perlu kami perbaiki. Ini harus kami mantapkan agar sisa pertandingan bisa maksimal dengan hasil kemenangan. Saya katakan kepada pemain, ini harus jadi kekalahan terakhir kalau kami mau tetap eksis di papan atas, dan peringkat satu.”
Dalam kesempatan yang sama, Widodo juga menyampaikan belasungkawa untuk kiper Persela Lamongan Choirul Huda. Menurut Widodo, ia mengenal sosok Huda, karena pernah menanganinya di klub maupun timnas Indonesia.
“Saya pernah melatih Choirul Huda, juga di timnas. Tentu kualitas individunya dalam permainan sangat luar biasa, sehingga kami panggil untuk timnas,” ujar Widodo.
“Choirul Huda ini sangat friendly, dan sama siapapun dia sangat akrab, sehingga dia banyak teman. Tentu kita semua kehilangan sosok pemain yang menjadi panutan bagi pemain lain. Bali United juga sangat kehilangan Choirul Huda.” (gk-54)




