Wawancara Khusus Thomas Partey Tentang Derbi Madrid

Komentar()
Gelandang Atletico Madrid Thomas Partey menargetkan poin penuh saat Atletico Madrid berhadapan dengan Real Madrid, Minggu (8/4).

Thomas Partey menegaskan misi Atletico Madrid memetik poin penuh saat menghadapi rival sekota, Real Madrid, pada lanjutan La Liga Spanyol, Minggu (8/4) malam.

Hal itu disampaikan Partey dalam wawancara telepon dengan sejumlah media di berbagai penjuru dunia, termasuk Goal Indonesia. Menurut gelandang asal Ghana itu, tidak ada strategi khusus dalam meredam Cristiano Ronaldo, yang sedang on fire setelah mengemas dua gol kemenangan Madrid ketika mengalahkan tuan rumah Juventus di ajang Liga Champions, tengah pekan lalu.

"Tidak hanya Cristiano Ronaldo seorang yang harus kami hentikan, melainkan seluruh tim," ujar Partey.

"Kami juga punya banyak pemain bagus yang mesti diwaspadai Madrid. Kedua tim harus bersiap dengan baik dan bermain dengan utuh."

Atletico dan Madrid bersaing memperebutkan peringkat kedua klasemen setelah Barcelona kian kokoh di puncak dengan keunggulan 12 poin dan sisa tujuh pertandingan. Sabtu malam, Barcelona berhasil mengalahkan Leganes 3-1. Kemenangan akan menjauhkan Atletico dari kejaran Madrid, yang saat ini berada di peringkat ketiga dengan selisih empat poin.

"Kami harus melakukan tugas dengan baik dan memastikan tidak membuat terlalu banyak kesalahan. Kami sudah tahu bagaimana cara Madrid bermain dan kami berniat mengambil kemenangan," sambungnya.

"Kami punya filosofi untuk menyikapi pertandingan satu per satu. Untuk saat ini, kami fokus pada laga derbi dan kami menargetkan untuk bermain baik serta merebut tiga poin di Santiago Bernabeu. Baru lah setelahnya kami memikirkan pertandingan berikutnya."

Lebih lanjut, Partey membahas perkembangan yang dialaminya musim ini. Perpindahan posisi membantu Partey tampil 22 kali sebagai pemain inti. Jumlah menit bermainnya menjadi 1866 (dan akan terus bertambah) setelah dua musim terdahulu hanya menorehkan 433 dan 631 menit.

"Perbedaannya jelas karena saya sering dimainkan di sektor sayap musim lalu. Terkadang saya juga bermain sebagai gelandang dan saya belum bisa menemukan posisi yang pasti," ungkapnya.

"Hal itu berubah musim ini. Pelatih [Diego Simeone] menempatkan saya di tengah, posisi yang saya sukai, dan dengan kerja keras serta dukungan tim, penampilan saya meningkat musim ini. Saya merasa menjadi bagian penting dari tim."

Perkembangan positif Partey pantas diperhitungkan ketika gelandang asal Afrika lain tidak tampil sehebat musim sebelumnya. Sebagai contoh, misalnya, Naby Keita dari RB Leipzig dan Franck Kessie dari AC Milan. Pengecualian mungkin ada pada Hakim Ziyech yang kreativitasnya masih konsisten bersama Ajax Amsterdam.

Partey bergabung ke Atletico setelah tampil memuaskan pada trial saat berusia 18 tahun. Kepindahan Partey dari Ghana terbilang mendadak sampai-sampai dia tidak sempat berpamitan dengan keluarga saat pergi untuk trial. Menurutnya, sepakbola La Liga berhasil membantu mendorongnya menjadi pemain yang lebih baik.

"La Liga adalah salah satu liga terbaik di Eropa. Permainannya lebih taktiks dan untuk saat ini La Liga adalah liga terbaik yang bisa dipilih setiap pemain. La Liga adalah tempat sepakbola indah dimainkan dan banyak pemain bagus ditemukan," puji Partey.

"Tumbuh besar di Ghana, biasanya kami menyaksikan liga Inggris dan saya mengidolakan Steven Gerrard. Tapi di La Liga, kami menyaksikan Barcelona, Madrid, dan terkadang Sevilla. Sebenarnya tidak banyak pertandingan Atletico. Namun, sekarang saya sudah memasuki tahun ketujuh tinggal di sini, saya merasa Atletico sudah menjadi rumah saya."

Maret lalu, Partey baru saja menandatangani perpanjangan kontrak yang membuatnya bertahan lebih lama di Atletico. Banyak target yang ingin dicapainya, tetapi dia hanya ingin melangkah dari satu musim ke musim lain.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Saya sudah membantu tim meraih banyak kemenangan dan memperjuangkan posisi di klasemen. Saya merasa punya peran penting dalam tim karena pelatih punya kepercayaan terhadap saya dan dia selalu bilang apa yang harus saya lakukan untuk membantu tim," bilang Partey.

"Untuk saat ini, saya hanya berpikir bagaimana membawa tim finis di posisi terbaik di klasemen akhir La Liga serta memenangi sejumlah gelar. Setelahnya, baru kami fokus ke musim berikutnya."

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Tidak Butuh Firman Utina
2. Sikat Man City, Klopp: Tak Ada Pemain Saya Yang Berjoget Usai Laga
3. Pep Guardiola Terima Kekalahan Dari Liverpool
4. Komdis PSSI Larang Nick Van Der Velden Main Dua Kali
5. Persib Kena Denda Rp100 Juta

Artikel Selanjutnya:
Koneksi Prancis: Cesc Fabregas Pimpin Perjuangan Monaco
Artikel Selanjutnya:
Belum Ada Tawaran Untuk Callum Wilson Dari Chelsea
Artikel Selanjutnya:
PT LIB Kesulitan Datangkan Sponsor
Artikel Selanjutnya:
Martin Keown: Arsenal Tim Keenam Terkaya, Tak Bisa Beli Pemain?
Artikel Selanjutnya:
Pemain Yang Dibutuhkan Arsenal Untuk Finis Empat Besar
Tutup