LIPUTAN ABRAHAM JOHAN DARI BALIKPAPAN
Pelatih Persiba Balikpapan, Wanderley Junior, menilai program naturalisasi yang dilakukan PSSI terlambat. Karena harusnya sudah dilakukan sejak era Jacksen Ferreira Tiago dan kawan-kawan.
Karena ketika itu, banyak pemain asing berkualitas yang bermain di kompetisi nasional khususnya dari Amerika Latin maupun Afrika. Para pemain asing itu pun kebanyakan menikah dengan wanita Indonesia.
"Saya bilang ya PSSI terlambat ambil (naturalisasi) pemain asing. Selama 13 tahun (di Indonesia) banyak pemain asing yang punya kualitas bagus dan layak," ujarnya.
"Seperti Jacksen F. Tiago, Luciano Leandro, Carlos de Mello, Danilo Fernando, Ronald Fagundez, Marcio Souza, Abanda Herman," tambah pelatih asal Brasil itu.
Termasuk dua pemain asal Amerika Latin, striker Sriwijaya FC, Alberto Goncalves, dan striker Madura United, Cristian Gonzales, yang justru mendapatkan paspor Indonesia di usia tua.
Padahal, masih kata Wanderley, Beto maupun Gonzales merupakan pemain yang memiliki kualitas bagus dan layak masuk tim nasional. "Gonzales sudah umur berapa dia (ketika dinaturalisasi)? Coba kalau dari umur 25 tahun mungkin sudah berapa banyak dia bantu tim nasional. Begitu juga kalau naturalisasi Beto sejak 10 tahun lalu. Mereka pun punya istri orang Indonesia," jelas mantan pelatih Persipura Jayapura itu.
"Tapi kita harus hormat aturan soal naturalisasi. Saya harap pemain yang dinaturalisasi sekarang akan berdampak positif untuk membawa tim nasional ke depan lebih baik," ujarnya.
Dia pun beranggapan, program naturalisasi adalah hal yang wajar untuk membentuk skuat tim nasional yang kuat. "Kita lihat negara-negara sepakbola juga melakukan naturalisasi seperti Jerman, Italia, Swiss, dan lainnya juga melakukannya," tuturnya.
Namun begitu, Wanderley juga berharap PSSI tetap fokus mendukung klub melahirkan pemain-pemain bertalenta yang nantinya bisa menjadi andalan timnas di masa mendatang.
"Pemain lokal juga harus terus dapat dukungan. Kalau pas mereka mengalami kegagalan, kita datang dari kegagalan, kemudian bangkit," pungkasnya.(gk-54)
