Wahyudi Hamisi Bikin Dejan Antonic Percaya Diri

Komentar()
Pandu Persada
Agresivitas Wahyudi di lini tengah, baik saat menyerang maupun membantu pertahanan, dibutuhkan Borneo FC.

Pelatih Borneo FC Dejan Antonic kini lebih percaya diri menghadapi Bali United di Stadion Dipta Gianyar, Kamis (25/10), setelah salah satu gelandang andalannya, Wahyudi Hamisi, dipastikan tampil.

Wahyudi sebelumnya absen akibat sanksi akumulasi kartu. Kehadiran Wahyudi dinilai makin mempersolid lini tengah, sekaligus menambah daya gedor Borneo FC untuk menekan pertahanan Bali United.

Selain itu, Wahyudi merupakan pemain tak tergantikan sekalipun Dejan melakukan perubahan komposisi pemain. Pemain bernomor punggung 33 ini menjadi penyeimbang permainan Pesut Etam. Ketika Wahyudi absen pada akhir pekan kemarin, Borneo FC menelan kekalahan dari PSM Makassar.

“Wahyudi Koko? Dia pemain penting di tim ini. Ada sejumlah pemain nervous, tidak bebas seperti biasa. Ada pengaruhnya tanpa kehadiran Wahyudi. Wahyudi selalu bermain agresif,” ujar Dejan dilansir laman resmi klub.

Dejan kembali meminta anak asuhnya agar melupakan kekalahan dari PSM, dan bangkit menyambut duel kontra Bali United.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Saya tidak mau kekalahan dari PSM terus disesali. Sekarang fokus ke laga berikutnya. Teman-teman di Pusamania harus tetap mendukung kami,” pungkasnya.

 

View this post on Instagram

Anggota komite eksekutif (Exco) PSSI A.S. Sukawijaya angkat bicara terkait unggahan yang diberikan Luis Milla di media sosialnya. Ia menyatakan memang ada pelanggaran kontrak terhadap sosok asal Spanyol tersebut. Dalam unggahannya itu Milla, menuliskan PSSI memiliki manajemen yang buruk. Selain itu, eks Barcelona dan Real Madrid ini menyebutkan petinggi induk sepakbola nasional tersebut kadar profesional yang rendah. Namun, pelanggaran yang dimaksud bukan tentang perpanjangan kontrak yang direncanakan PSSI. Melainkan ketika, Milla masih menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-23 saat Asian Games 2018. "Jadi yang dimaksud Milla, itu adalah PSSI suka telat membayar gaji. Itu namanya mengingkari kontrak. Kontraknya Milla itu sudah habis, dan sudah selesai," ucap pria yang karib disapa Yoyok Sukawi tersebut. #pssi #luismilla #indonesia "Memang, saat pembayaran gaji itu, kita (PSSI), sering terlambat, saya akui. Makanya Milla bilang di situ, bahwa PSSI itu tidak profesional. Lalu sering mengingkari kontrak, itu bukan memutuskan kontrak sepihak," tambahnya. Lebih lanjut, Yoyok menyebutkan Milla yang tak mau diperpanjang kontraknya. Maka dari itu, PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai juru racik strategi timnas Indonesia di Piala AFF 2018. "Lalu yang kedua, di dalam Instagram Milla itu justru menegaskan, bahwa dia yang tidak mau diperpanjang kontraknya. Coba dibaca baik-baik. Jadi intinya, dia bercerita, 'kenapa saya tidak mau diperpanjang, karena PSSI tidak profesional, PSSI suka telat bayar gaji'. Jadi dia bercerita begitu," ucapnya. "Jadi dia bercerita, 'tidak betul kalau saya itu mau datang ke Indonesia untuk memperpanjang kontrak, karena saya tidak mau diperpanjang. Karena PSSI tidak profesional, telat bayar gaji'. Maknanya seperti itu. Jadi jangan kebalik. Seolah-olah Milla mau, tapi kita tidak niat, lalu kita putus kontrak, itu beda sekali," imbuhnya.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Tumbangkan Indonesia, Pelatih Qatar Kena Kartu Merah
2. Gerutu Jose Mourinho Usai Drama Di Stamford Bridge
3. RESMI: Bima Sakti Pelatih Indonesia Di Piala AFF 2018
4. Icardi: Cara Inter Bungkam Milan Memuaskan!
5. Fabinho, Cesc Fabregas & Tim Cadangan Termahal Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup