Remaja ini seharusnya jadi striker menawan Real Madrid berikutnya dengan kemungkinan jadi penerus status istimewa Cristiano Ronaldo di Santiago Bernabeu.
Tetapi nasib Vinicius Junior terbilang mengenaskan di era Julen Lopetegui, terkini youngster asal Brasil ini ditambah kegagalan sang pelatih mengeluarkan potensi besarnya jadi salah satu faktor yang dipertimbangkan manajemen klub ketika memecat Lopetegui.
"Vinicius adalah salah satu anggota skuat Madrid, dia sangat muda dan begitu berbakat," ujar Santiago Solari tidak lama setelah ditunjuk menjadi pelatih pengganti sementara.
Berkat petualangan di Castilla, Solari tahu betul Vinicius punya kualitas dan kemampuan yang bisa diandalkan oleh klub. "Dia masih harus belajar, tetapi juga bisa menawarkan banyak hal."
"Vinicius punya kemampuan bagus, itu jadi alasan mengapa dia berkostum Madrid."
Getty ImagesVinicius sebenarnya seperti dua sisi mata uang. Dia masih harus belajar banyak tetapi punya kemampuan untuk memberi kontribusi pada tim. Kenyataan ini membuat Lopetegui berada pada posisi sulit. Sudah menjadi rahasia umum di Bernabeu, siapapun yang bakal memimpin El Real harus berhadapan dengan situasi pemain muda mahal ini.
Saat menyelesaikan transfer, El Real punya pemain dengan prospek tinggi. Bagaimana tidak Vinicius sudah memberi kesan luar biasa di Amerika Selatan dan memperlihatkan magisnya di stadion besar seperti Maracana. Pemain ini jelas bukan Neymar, bukan juga pengganti instan Cristiano namun dia punya potensi dan performanya dengan Castilla seharusnya membuka jalan untuk menikmati menit bermain yang lebih banyak bersama tim utama. Tidak sekadar 12 menit seperti yang diberikan oleh Lopetegui.
Goal memahami, Vinicius tidak hanya minim kesempatan, lebih jauh lagi dia tidak memiliki rencana jelas untuk berintegrasi dan berkembang bersama Madrid.
Keputusan untuk memainkannya di Castilla ketika tidak dibutuhkan di tim utama pada awalnya terasa masuk akal. Tetapi hanya itu saja, tidak ada pertemuan yang digelar untuk melakukan evaluasi secara khusus untuk melihat bagaimana sang youngster berkembang.
Getty ImagesLopetegui bekerja sendirian dan beberapa kali mengeluarkan komentar soal Vinicius di konferensi pers sebelum pertandingan. Tetapi yang dia ucapkan hanya menimbulkan keraguan bagaimana penangangan satu pemain yang dianggap krusial untuk masa depan klub.
Kerusakan besar yang dilakukan Barcelona pada Real Madrid dengan menang besar 5-1 jadi puncaknya. Sebelum laga, agar Vinicius bisa tampil di Camp Nou, manajemen tim melakukan banding secara resmi terhadap dua kartu kuning yang didapat Vinicius saat membela Castilla lawan Fienlabrada. Lopetegui kemudian memanggilnya ke skuat utama tetapi sang youngster dibiarkan membeku di tribun Camp Nou.
Vinicius tidak bermain lawan Barcelona, dia juga tidak memperkuat ketika tim Castilla besutan Solari menelan kekalahan perdana musim ini. Cukup jelas, situasi tersebut mengungkap betapa amburadulnya rencana Madrid yang kemudian dijadikan senjata tambahan oleh Florentino Perez untuk menendang Lopetegui keluar dari Bernabeu.

Vinicius bukan biang kerok terpuruknya Madrid. Dia juga bukan superstar yang bisa dijadikan kambing hitam pemecataan Lopetegui, dan partisipasinya terhadap raihan buruk tim sangat sedikit.
Tetapi setidaknya secara tidak langsung Vinicius punya peran dalam pemecatan Lopetegui. Sekarang semua tergantung pada Solari yang sudah mengenal potensi besar yang dimiliki Madrid. Keraguan terhadap sang youngster harus diredam sekaligus mengeluarkan potensi terbaiknya.
Dan Solari mengawalinya dengan baik ketika menurunkan Vinicius di Copa del Rey ketika El Real menghantam Melilla 4-0. Jadi stater, Vinicius gemilang dan nyaris mencetak gol andai tembakannya tidak menghajar mistar gawang namun dia tetap memberi kontribusi apik ketika mencetak assist pada gol Marco Asensio. Penampilannya terlihat lebih kolektif dan semakin dinanti oleh fans.
Getty, Goal


