Mantan pemain Manchester United Owen Hargreaves meminta kompetisi UEFA Europa League (UEL) diubah namanya menjadi Unai Emery League, yang jika disingkat tetap UEL, setelah klub lamanya kalah di final melawan Villarreal.
Di final yang digelar di PGE Arena, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5) dini hari WIB tadi, United menyerah 11-10 lewat adu penalti seusai bermain sama kuat 1-1 di waktu normal dan tambahan.
United sendiri turun dengan kekuatan terbaik minus kapten tim Harry Maguire yang mengalami cedera engkel, dan mereka bahkan sempat dipaksa mengejar ketertinggalan menyusul gol Gerard Moreno di menit ke-29, dengan Edinson Cavani menyamakannya di awal babak kedua.
Di pertandingan semalam, semua penendang penalti Villarreal sukses menjalankan tugasnya, sementara United menemui kegagalan di algojo ke-11 yang dilakukan David de Gea.
Menyusul hasil ini, Emery kini telah memenangkan empat trofi di kompetisi kasta kedua Eropa, dengan tiga sebelumnya ia wujudkan bersama Sevilla.
Emery adalah pelatih tersukses di kompetisi ini, yang dahulu bernama Piala UEFA, dan keberhasilannya dengan Villarreal membuatnya menumbangkan raihan tiga trofi yang diraih pelatih legendaris Italia Giovanni Trapattoni (Juventus 1976/77, Inter Milan 1990/91 dan Juventus 1992/93).
Mengenai Villarreal yang memetik tuah dari Emery, Hargreaves yang bertugas sebagai pandit di BT Sport mengatakan: “Ini telah mencapai level di mana Unai Emery mungkin perlu dijadikan nama kompetisi, mengingat jumlah trofi yang telah ia menangkan!”
Berbicara soal adu penalti yang berlangsung dramatis, eks gelanadng yang juga pernah bermain untuk Manchester City ini menambahkan: “Tadi ada beberapa penalti hebat. Beberapa pemain yang tidak ingin mengambilnya terpaksa maju. Ini luar biasa.”
Villarreal kini menumbangkan rekor Sevilla dengan memenangkan 25 pertandingan fase gugur di Liga Europa, dan mereka menjadi tim peraih trofi ketujuh di ajang Piala UEFA/Liga Europa yang tidak terkalahkan di satu musim setelah Tottenham Hotspur (1971/72), Borussia Monchengladbach (1978/79), Goteborg (1981/82 & 1986/87), Ajax (1991/92) dan Chelsea (2018/19).




