OLEH SANDY MARIATNAIkuti di twitter
Penggunaan teknologi video replay atau yang bernama resmi Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan dampak signifikan dalam partai persahabatan antara Prancis dan Spanyol di Stafe de France, Rabu (29/3) dini hari WIB.
FIFA memang terus mengagendakan uji coba VAR terkait kemungkinan menerapkan teknologi tersebut di Piala Dunia 2018. Hasilnya, VAR mampu dua kali menentukan sah tidaknya gol dalam laga Prancis kontra Spanyol itu.
SIMAK JUGA: Sengit, Spanyol Taklukkan Prancis 2-0
Yang pertama, VAR dengan tepat menganulir gol Antoine Griezmann di awal babak kedua. Para pemain Prancis terlihat berselebrasi selama sekitar 30 detik sebelum gol tersebut dianulir setelah wasit Felix Zwayer berkomunikasi dengan tim VAR yang berada di luar stadion.
Dalam tayangan ulang, Layvin Kurzawa memang berada dalam posisi off-side sebelum memberikan assist kepada Griezmann. Skor pun tetap 0-0.
An example of how video assistant refs could be used going forward...
— ITV Football (@itvfootball) March 28, 2017
Griezmann scores but the video ref rules it out for offside: pic.twitter.com/r0IswV6EyI
Spanyol kemudian membuka keunggulan 1-0 lewat penalti David Silva di menit ke-68. Sembilan menit berselang, VAR kembali menunjukkan efeknya saat gol Gerard Deulofeu yang awalnya dianulir karena off-side akhirnya disahkan menjadi gol kedua Spanyol.
Dalam tayangan ulang, posisi Deulofeu tidak dalam posisi off-side saat menyambar crossing Silva sehingga Spanyol mampu memperbesar keunggulan menjadi 2-0 yang bertahan hingga laga usai.
Video tech at work in football:
— ITV Football (@itvfootball) March 28, 2017
Video assistant referee overruled the offside decision and allowed Gerard Deulofeu's goal against France pic.twitter.com/SKiSpl3OuP
Kendati dua keputusan VAR tersebut menguntungkan Spanyol dan merugikan Prancis, pelatih Les Bleus Dider Deschamps mengaku tidak mempermasalahkannya. “Jika memang sah dan adil, mengapa tidak [menggunakan VAR],” ungkap Deschamps kepada TF1 seusai laga.
“Memang hal ini sedikit mengubah kebiasaan sepakbola yang kita kenal. Hari ini, teknologi itu memang tidak berpihak kepada kami, tetapi jika penggunaannya terus disempurnakan, maka ini akan terasa adil bagi siapa pun. Tanpa VAR, hasil akhir mungkin akan berbeda. Inilah evolusi dalam sepakbola,” terangnya.





