Marco Verratti sulit menerima kegagalan Paris Saint-Germain menuju final Liga Champions di kaki Manchester City lantaran merasa performa timnya lebih superior ketimbang lawan.
Mengemban misi mengejar ketinggalan agregat 2-1, PSG tampil agresif pada laga leg kedua semi-final di Etihad Stadium, Rabu (5/5) dini hari WIB tadi, dan lebih dominan dalam penguasaan bola.
Namun, dua serangan balik mematikan City di masing-masing babak yang berujung dua gol Riyad Mahrez menenggelamkan mimpi Les Parisiens untuk lolos ke final kedua berturut-turut.
Upaya PSG untuk bangkit semakin terjal setelah Angel Di Maria diusir keluar lapangan setelah menginjak kapten City Fernandinho dan skuad Mauricio Pochettino akhirnya harus rela masuk kotak.
"Tentu saja ada kekecewaan, karena kami yakin dengan peluang kami," tutur Verratti kepada RMC Sport.
"Kami menciptakan banyak kans, kami bermain jauh lebih baik dari mereka. Kami kecolongan gol pada serangan pertama mereka," imbuh gelandang Italia ini.
"Kami berjuang sampai akhir, kami mengupayakan segalanya. Tapi sepakbola memang seperti itu."
Terlepas dari kekalahan dari Bayern Munich di final musim lalu dan eliminasi di semi-final tahun ini, Verratti percaya cepat atau lambat ambisi PSG untuk mengangkat trofi La Orejona suatu saat akan menjadi kenyataan.
"Kami menembus empat besar dalam dua tahun terakhir, dan itu bagus. Saya minta maaf [kepada fans PSG], tapi kami akan mencoba lagi sampai kami mati."
"Berbicara di TV itu mudah. Tapi nyatanya mustahil untuk terus menyerang 90 menit tanpa menderita, Anda harus menerima itu. Kami bermain dengan karakter. Percayalah, itu [PSG juara Liga Champions] akan terjadi suatu hari nanti."
