barcelona napoli uefa champions league cuneyt çakir varGetty

"VAR Adalah Aib Nyata Sepakbola" - Kecaman Di Media Sosial Usai Laga Barcelona Vs Napoli

Babak pertama duel antara Barcelona dan Napoli berjalan penuh aksi dan gairah, tetapi keindahan laga babak 16 besar Liga Champions ini juga dinodai oleh sederet keputusan kontroversial Video Assistant Referee [VAR].

Wasit Cuneyt Cakir tidak kurang dari tiga kali merujuk pada VAR di 45 menit pertama. Pertandingan pada akhirnya dimenangkan Los Blaugrana dengan skor meyakinkan, 3-1, di Camp Nou.

Dengan beragam kontroversi yang terjadi sepanjang paruh pertama, kemenangan 3-1 ini membuat Barca dipastikan melaju ke fase perempat-final berkat keunggulan 4-2 secara agregat atas duta Serie A Italia itu.

Pertama, Napoli geram ketika gol pembuka Clement Lenglet tidak dianulir, meski tayangan ulang memperlihatkan bahwa sang bek jelas melepaskan diri dari kawalan sebelum menanduk bola dari situasi corner saat laga baru berusia sembilan menit. 

Lionel Messi kemudian menggandakan kedudukan di Camp Nou melalui manuver individual sebelum VAR membuatnya kecele beberapa saat kemudian.

Superstar Argentina ini tampaknya bakal mencatatkan brace setelah menyambut crossing Frenkie de Jong dengan sempurna di kotak penalti. Akan tetapi, setelah Cakir melakukan konsultasi panjang, sang wasit melihat dia menggunakan lengannya untuk mengontrol bola sebelum menaklukkan David Ospina.

Drama belum selesai di situ. Deretan momen kontroversial kembali hadir setelah VAR memberi Messi penalti setelah kapten Barca itu terlihat seperti dijegal oleh bek andalan Partenopei Kalidou Koulibaly. 

Leo kemudian melakukan aksi cerdas, menjembatani Luis Suarez untuk maju dan mengonversi sepakan penalti tersebut.

Setidaknya, tidak ada keraguan dengan satu-satunya gol Napoli di babak pertama. Keputusan memberi penalti bagi pasukan Gennaro Gattuso dinilai tepat empat menit sebelum paruh pertama rampung, dengan Lorenzo Insigne mengeksekusinya secara apik.

Selepas pertandingan, warganet dan fans yang mendukung kedua tim ini, termasuk pakar dan pandit sepakbola, mengeluhkan sejumlah keputusan VAR. Mereka semua beramai-ramai mempertanyakan penggunaan teknologi tersebut.

Iklan