Romelu Lukaku memberikan tribut untuk mantan pelatih Inter Milan Antonio Conte. Sang bintang merasa berutang budi pada juru taktik Italia itu setelah mengubahnya jadi penyerang jawara.
Lukaku dan Conte sukses memutus dahaga Scudetto Inter selama sepuluh tahun pada musim lalu. Namun, keduanya kini telah meninggalkan Giuseppe Meazza.
Conte angkat kaki dari Nerazzurri karena diklaim menyimpan friksi dengan para petinggi klub, sementara Lukaku dipulangkan ke Chelesa setelah klub diketahui butuh duit akibat krisis finansial.
Bagaimanapun, Lukaku tak akan pernah lupa bagaimana jasa Conte telah mengubahnya jadi striker yang kembali haus gol. Menurutnya, mentalitas dia kini berubah drastis berkat sentuhan tangan dingin mantan pelatih Juventus dan Chelsea itu.
"Di Inter, ada Conte yang menunjukkan saya apa yang diperlukan untuk menjadi juara dan kami berhasil mewujudkannya di tahun kedua," tutur Lukaku kepada Independent.
Lukaku kemudian mengungkapkan apa perbedaan Serie A Italia dengan kompetisi lainnya. Dalam pandangannya, kesempatan mencetak gol di Italia justru lebih kecil dibanding di tempat lain.
"Pertandingan di Italia berbeda. Sangat taktis dengan adanya banyak ruang di beberapa pertandingan, Anda hanya memiliki satu kesempatan untuk mencetak gol, jika tidak itu akan sulit," urai Lukaku.
Bagaimana Lukaku bisa kembali jadi striker yang garang? Dia pun membeberkan resepnya. Serie A banyak memberinya pelajaran berharga sebelum pulang ke Stamford Bridge.
"Saya belajar banyak untuk bermain dengan membelakangi gawang dan saya harus mengetahui aspek lain dari pertandingan, di mana itu sangat penting. Di Italia, saya punya pengalaman yang luar biasa," pungkas bintang Belgia tersebut.
Lukaku diproyeksikan melakoni debut di periode kedua dia bersama Chelsea saat bentrok dengan Arsenal dalam matchday 2 Liga Primer Inggris, Minggu akhir pekan ini.




