Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengecam kepemimpinan wasit Shaun Robert Evans yang memimpin laga timnya kontra Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11) petang. Seperti diketahui, laga yang penuh drama itu berkesudahan dengan skor 1-0 untuk keunggulan Persija.
Umuh menilai banyak keputusan yang diambil wasit asal Australia itu merugikan tim Maung Bandung. Terutama saat menganulir gol Ezechiel N'Douassel di babak pertama.
"Percuma diteruskan juga. Dia (Persija) baru sekali itu saja (dijatuhkan di kotak penalti) langsung dikasih penalti, tapi yang 100 persen masuk tak disahkan. Saya sangat tidak mengerti dengan wasit hari ini. Ini saya tidak mengada-ngada, di televisi diulang-ulang makanya yang sms saya banyak sekali, yang bilang jaringnya sampai goyang (bola terkena jaring dalam). Kalian bisa lihat semua," kata Umuh, dalam jumpa pers setelah laga.
Lantaran kekecewaan di babak pertama, Umuh mengakui sempat ingin Persib tak melanjutkan pertandingan di babak kedua. "Tadinya setengah main itu, maunya saya berhenti saja. Tapi saya tak bicara ke pemain. Saya bilang pasti kita tidak menang, pasti kita dihancurin. Biar nanti PSSI yang menilai," tambahnya.

Hanya saja, dia membantah kalau pihaknya sudah langsung ingin melakukan mogok bertanding setelah Vladimir Vujovic dikartu merah. Dia pun memberikan penjelasan, kenapa akhirnya para pemainnya diminta ke pinggir lapangan setelah kartu merah Vujovic.
Seperti diketahui, lantaran hal itu, Evans selaku wasit langsung menghentikan pertandingan pada menit ke-85 dengan meniupkan peluit tanda pertandingan selesai. Itu sepertinya lantaran Evans menganggap Persib tak ingin melanjutkan pertandingan.
"Semua juga ingin (melanjutkan pertandingan). Kami kan lagi berunding, makanya saya kumpulkan dulu ini akan bagaimana. Ketika kami lagi bicara, tapi langsung ada peluit (dari wasit yang menandakan pertandingan selesai)," jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga menilai kualitas Evans yang sudah berlisensi FIFA masih kalah dari wasit lokal. "Jadi wasit ini lebih buruk dari wasit lokal. Wasit lokal enggak pernah kejadian seperti itu. Memang tidak semua baik, selalu ada kesalahan, tapi kan tidak mencolok seperti ini," tutupnya.





