Uli Hoeness mengatakan, keputusan Bayern Munich menunjuk Niko Kovac sebagai pelatih utama per musim depan karena mereka ditolak oleh Thomas Tuchel menyusul keputusan Jupp Heynckes menolak ekstensi kontrak dengan juara bertahan Bundesliga ini.
Kovac, yang saat ini masih berstatus pelatih Eintracht-Frankfurt, akan menggantikan Heynckes musim depan setelah Bayern mengumumkan kesepakatan tiga tahun dengan pria asal Kroasia tersebut pada Jumat.
Tuchel muncul sebagai salah satu favorit untuk memulai rezimnya di the Bavarians pada 2018-19 setelah Heynckes – yang menggantikan Carlo Ancelotti pada Oktober – menegaskan tidak akan melanjutkan tugasnya selepas musim ini.
Wacana tersebut terus bergulir sampai akhirnya CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge mengungkapan eks pelatih Borussia Dortmund itu telah mencapai kesepakatan dengan sebuah klub, yang diyakini adalah raksasa Prancis Paris Saint-Germain.
“Ini digambarkan sebagai pencarian yang putus asa. Kami berdua dan Hasan [Salihalmidzic] telah mencoba sangat lama untuk membujuk Jupp," kata Hoeness.
“Ketika kami akhirnya menyadari di pembicaraan terakhir ia tidak akan melakukannya [ekstensi kontrak], kami bicara dengan pelatih, yang sedang bebas, Thomas Tuchel.
“Ia bilang kepada kami ia sudah memutuskan. Itu memalukan, tapi bukan kejutan untuk kami. Ia juga tidak memiliki tawaran kontrak, namun itu tawaran kesepakatan bersama dengan kami berdua, dengan Hasan yang bertemu sebelumnya.
“Lalu beberapa hari kemudian kami bertemu lagi secara internal dan memutuskan kandidat pilihan kami sekarang adalah Niko Kovac. Dan itulah yang terjadi.”





