Paris Saint-Germain memenangkan tuntutan legal mereka yang membuat UEFA tak bisa membuka kembali investigasi pada finansial mereka terhitung hingga Juni 2017.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menegakkan banding yang diajukan PSG untuk melawan balik putusan UEFA.
UEFA awalnya memutuskan bahwa adanya potensi pelanggaran Financial Fair Play (FFP) sebelum melakukan tinjauan. Namun CAS menganulirnya karena telah melewatkan tenggat waktu untuk tinjauan.
Hanya saja, PSG masih tetap dalam investigasi untuk laporan keuangan mereka pada musim 2017/18.Pada musim tersebut mereka mendatangkan Neymar dari Barcelona dengan rekor transfer €222 juta dan Kylian Mbappe dari AS Monaco, dengan kesepakatan awal pinjaman, senilai €180 juta.
Klub Ligue 1 Prancis tersebut awalnya dinilai bebas dari tuntutan pelanggaran FFP pada Juni 2018 lalu, namun UEFA membuka kembali kasus tersebut pada September kemarin.
CAS menyebutkan pengajuan UEFA untuk membuka kembali kasus tersebut telah melewati batas 10 hari dari keputusan awal.
Regulasi FFP mewajibkan setiap klub punya neraca keuangan yang seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.



