Super League Florentino Perez Andrea AgnelliGetty/Goal

UEFA Mulai Investigasi Keterlibatan Real Madrid, Barcelona & Juventus Di Liga Super Eropa

UEFA mulai membuka investigasi formal atas keterlibatan Real Madrid, Barcelona dan Juventus dalam kompetisi kontroversial, Liga Super Eropa.

Bulan lalu, 12 klub raksasa Eropa menyatukan kekuatan untuk membentuk liga kontinental yang dimaksudkan untuk menandingi Liga Champions. Kompetisi eksklusif ini sedianya akan diselenggarakan Agustus mendatang, tetapi kandas sebelum bergulir seiring menuai gelombang kecaman dari berbagai pihak.

Sembilan tim penggagas mundur dari megaproyek ini di tengah tekanan keras dari suporter mereka dan para pandit sepakbola. Namun, Los Blancos, Los Blaugrana dan Bianconeri tetap pada pendirian mereka untuk maju terus.

UEFA pun kini membuka penyelidikan apakah salah satu dari tim ini terindikasi bersalah atas pelanggaran disipliner.

Dalam keterangannya, badan pengendali utama sepakbola Eropa itu menyatakan: "Sesuai dengan pasal 31(4) Peraturan Disiplin UEFA, Inspektur Etika dan Disiplin UEFA hari ini telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan disipliner mengenai kemungkinan pelanggaran kerangka hukum UEFA oleh Real Madrid CF, FC Barcelona dan Juventus FC sehubungan dengan proyek 'Liga Super'.

"Informasi lebih lanjut mengenai ini akan tersedia pada waktunya."

Sikap Real, Barca dan Juve

Hanya tiga klub tersisa dari Liga Super Eropa yang berani bicara lantang untuk mengkritik UEFA dan FIFA terkait kolapsnya pemisahan kompetisi pekan lalu. Ketiganya tetap pada komitmen mereka untuk mengubah lanskap permainan di level tertinggi.

"Klub-klub penggagas sangat menderita, terus menghadapi tekanan, ancaman dan serangan dari pihak ketiga yang tidak dapat diterima agar menghentikan proyek ini, dan mereka abai dengan hak dan kewajiban mereka untuk memberikan solusi untuk ekosistem sepakbola melalui proposal konkret dan dialog konstruktif," buka pernyataan bersama dari Real, Barca dan Juve.

"Ini tidak dapat ditoleransi di bawah aturan hukum dan pengadilan yang telah memutuskan untuk mendukung proposal Liga Super, memerintahkan FIFA dan UEFA, baik secara langsung maupun lewat afiliasi mereka, agar menahan diri dari mengambil tindakan yang dapat menghalangi gagasan ini dengan cara apa pun sementara proses pengadilan sedang ditunda."

"Lebih lanjut, kami tegaskan kembali kepada FIFA, UEFA dan seluruh stakeholder sepakbola, sebagaimana yang telah kami lakukan dalam beberapa kesempatan sejak pengumuman Liga Super, komitmen kami dan tekad kami untuk berdiskusi, dengan rasa hormat dan tanpa tekanan yang tak dapat ditolerir dan sesuai dengan aturan hukum, solusi paling tepat demi berkelanjutan untuk seluruh keluarga sepakbola."

Hukuman apa yang akan dihadapi tiga klub ini?

Presiden UEFA Alexander Ceferin berjanji akan menjatuhkan hukuman serius pada klub mana pun yang menolak untuk menarik diri dari Liga Super pada April lalu, mengingatkan para pemain akan ancaman skorsing dari partisipasi di Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa.

"Kami semua besatu melawan proyek yang tidak masuk akal ini," tegasnya.

"Rencana yang bertentangan, benar-benar merusak bagaimana sepakbola seharusnya. Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan itu berubah."

Iklan
0