Pemain asal Prancis, Paul Pogba, terus mencari pembeli untuk vila mewahnya di Cheshire (sebuah wilayah yang terletak di barat laut Inggris), setelah ia memutuskan untuk menurunkan harga properti tersebut sekitar 520 ribu euro, dalam upaya baru untuk merampungkan proses penjualan, bersamaan dengan pencarian mantan pemain Manchester United itu akan pelabuhan baru yang dapat memulihkan kembali kariernya di lapangan hijau.
Menurut surat kabar "Daily Mail", Pogba menurunkan harga vila tersebut dari 4,56 juta euro menjadi sekitar 4,04 juta euro, setelah properti itu tetap ditawarkan untuk dijual, meskipun dilengkapi dengan fasilitas mewah yang menjadikannya salah satu rumah paling istimewa di kawasan tersebut.
Pogba membeli properti itu pada 2017, dengan luas sekitar 690 meter persegi, dan mencakup 5 kamar tidur, sebuah ruang bioskop, serta pusat kebugaran yang dilengkapi teknologi tercanggih, di samping ruang terapi, ditambah lapangan sepak bola indoor yang dibangun sang pemain khusus untuk menyalurkan hobi favoritnya.
Meskipun kemewahan menyelimuti properti tersebut, bagi Pogba tempat itu menyimpan kenangan menyakitkan yang tidak berkaitan dengan kenyamanan yang ditawarkan rumah tersebut, setelah rumah itu mengalami perampokan pada 2022 saat sang pemain sedang berada di Madrid bersama Manchester United untuk menjalani pertandingan melawan Atletico Madrid di Liga Champions Eropa.
Anak-anak Pogba sedang tertidur di dalam rumah saat kejadian itu berlangsung, hal yang membuat pemain asal Prancis tersebut menggambarkan peristiwa itu sebagai "mimpi buruk terburuk" yang dialami keluarganya, sehingga malam itu tetap terkait dengan properti tersebut meski sudah bertahun-tahun berlalu.
Penawaran rumah untuk dijual ini datang di saat Pogba berupaya membuka lembaran baru dalam hidupnya, setelah petualangannya bersama Monaco berakhir lebih cepat, sementara sejumlah laporan menyebutkan adanya minat dari beberapa klub Major League Soccer Amerika untuk merekrutnya, dalam upaya mengembalikan kariernya ke garis depan sekali lagi.



