IKHTISAR
Meski bisa dikategorikan semenjana, Deportivo Alaves adalah salah satu klub dengan sejarah panjang di Spanyol. Berusia hampir seabad, Alaves berdiri pada awal tahun 1921 dan telah melewati banyak momen naik-turun dalam perjalanannya.
Sementara pencapaian terbaik mereka di liga domestik cuma empat kali menjuarai Divisi Segunda, di pentas Eropa tim berjulukan El Glorioso ini terlibat salah satu final paling dramatis ketika menyerah 5-4 dari Liverpool lewat perpanjangan waktu dalam laga puncak Piala UEFA 2001.
Sempat lama berkutat di level bawah, bahkan terjerembab ke kasta ketiga, Alaves mulai kembali menyemarakkan La Liga pada 2016/17 dan langsung membuat kejutan besar dengan menembus final Copa del Rey musim tersebut, tunduk kontra Barcelona.
LaLigaSelain basis suporter kuat, ketangguhan Alaves bersumber dari kandang mereka, Estadio Mendizorrotza. Mendi, demikian sebutan singkat fans untuk venue ini, merupakan stadion tertua kedua di divisi utama Spanyol musim ini setelah Mestalla milik Valencia.
Pertama kali dibuka 95 tahun silam, Mendizorrotza telah melewati beragam proses renovasi sepanjang sejarahnya dan dalam beberapa bulan ke depan pemugaran lain juga akan dilakukan.
Renovasi terbaru ini terfokus pada penampilan dan kapasitas stadion. Bukan hanya penambahan daya tampung dari 19 ribu menjadi 27 ribu penonton, Mendizorrotza nantinya bakal dilengkapi area perbelanjaan dan rekreasi seluas 5000 m2 sehingga bertransformasi menyerupai stadion-stadion top Eropa masa kini.
Proyek ambisius mempercantik Mendi tentunya diharapkan bakal memperindah pula peruntungan Alaves dalam sepak terjang mereka di lapangan.
LOKASI
GALERI FOTO

Goal Indonesia
Goal Indonesia


