Tujuh Alasan Real Madrid Menderita Musim Ini

Komentar
Raja sepakbola Spanyol dan Eropa ini sudah membuang sepuluh poin di La Liga, terkini mereka digilas Girona. Berikut masalah El Real musim 2017/18.


OLEH  Ben Hayward    PENYUSUN   Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter

Setelah merajai La Liga Spanyol dan Liga Champions musim lalu, Real Madrid menambah dua trofi lainnya yaitu Piala Super UEFA dan Piala Super Spanyol, khusus pada trofi kedua mereka memenangkannya dengan menghajar Barcelona pada dua leg pertandingan.

Mungkin kita juga semua masih ingat komentar Gerard Pique setelah pertandingan, 'Tetap saja, dalam sembilan tahun saya berada di sini, ini adalah pertama kalinya saya merasa inferior dari Real Madrid'.

Komentar bek Azulgrana tersebut seolah-olah mengamni Real Madrid akan mengulang dominasi di kompetisi domestik dan Eropa.

Namun apa yang terjadi kemudian? Barcelona justru gemilang di La Liga dengan meraup 28 poin dari kemungkinan 30 sementara Los Blancos tertinggal delapan angka. 

Cukup jadi catatan, Los Merengues tidak pernah bisa merajai La Liga setelah tertinggal jarak sejauh ini. Lalu apa yang terjadi sebenarnya di Santiago Bernabeu? Simak ulasan Goal.


MINIM MOTIVASI


Ada sedikit ketidakpedulian terkait performa Real Madrid musim ini, celakanya di Girona tuan rumah benar-benar bersemangat. 

Setelah meraih sederet kesuksesan, motivasi jadi barang langka bagi El Real. Ditambah memenangkan dua trofi di awal musim, tim asuhan Zinedine Zidane seperti tidak lagi haus gelar juara.

Tim hebat selalu mencatat kemenangan, kemenangan dan kemenangan lagi. Andai Madrid ingin mencicipi lagi hal seperti itu mereka wajib menemukan motivasi yang tepat..

Marcelo Real Madrid


LINI BELAKANG KEROPOS


Lemah di lini belakang bukan kisah baru bagi Madrid. Bahkan di saat berjaya seperti pada musim lalu, benteng pertahanan mereka kerap melakukan kekeliruan. Kesalahan seperti ini membuat situasi menjadi lebih buruk ketika ketika lini depan tim tumpul.

Dengan gelandang bertahan seperti Casemiro, Los Blancos seharusnya bisa bekerja lebih baik di sektor pertahanan, tetapi sekarang di La Liga, gawang mereka sudah dibobol sepuluh kali. Sebagai perbandingan, kiper Barcelona baru tiga kali memungut bola dari jaringnya sendiri dan ini jadi salah satu alasan mengapa tim asal Catalan tersebut mentereng di klasemen.

Mengotak-atik pemain tidak banyak membantu karena Madrid memang terlau sering membiarkan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan lawan. Contoh, di Liga Chmapions lawan Tottenham, tim asal London tersebut punya 15 tembakan ke arah gawang. Parahnya, hal tersebut terjadi di Santiago Bernabeu.

Sergio Ramos Real Madrid 2017


CEDERA & SANKSI


Cedera benar-benar membuat pusing Zinedine Zidane. 

Gareth Bale, Mateo Kovacic, Raphael Varane dan Dani Carvajal duduk manis di sisi lapangan sementara Karim Benzema, Marcelo, Theo Hernandez, Keylor Navas dan Jesus Vallejo pernah bermasalah dengan kebugaran.

Lebih jauh lagi, Cristiano Roonaldo mendapat sanksi larangan bertanding di lima laga setelah mendorong wasit di Clasico perdana musim ini di Camp Nou. Begitu juga dengan Marcelo dan Sergio Ramos yang pernah terkena kartu merah.

Dengan sederet permasalahan ini, tidak heran jika Madrid tertatih-tatih.

Gareth Bale Real Madrid


KETIDAKSEIMBANGAN ISCO


Isco adalah satu-satunya pemain Real Madrid yang mendapat pujian saat mereka dikalahkan Girona.

Gelandang tim nasional Spanyol ini mencetak satu-satunya gol El Real dan selalu membahayakan lawan. Banyak pihak meyakini Isco seharusnya masuk dalam FIFPro XI pekan lalu.

Akan tetapi kehadiran Isco di line-up El Real menciptakan ketidakseimbangan. Sosok Isco membuat peran Luka Modric terkadang jadi terbatas dan Madrid tidak punya kualitas kecepatan seperti Gareth Bale yang mampu merenggangkan pertahanan untuk membuka celah bagi Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Dengan segala kualitas top yang dimilikinya, Isco terkadang malah membuat kecepatan tim menurun dan dia terlalu sering berdiri jauh dari area lawan.

Meski sejauh ini Isco sanggup memperlihatkan performa top, Zidane masih bisa mengeksploitasi potensinya dan di saat yang bersamaan, Zidane juga harus bisa memastikan Modric lebih terlibat dalam permainan tim.

Isco Real Madrid


TIDAK ADA PENGGANTI MORATA & JAMES


Real Madrid tidak selalu bermain bagus pada sepanjang musim lalu namun ketika itu terjadi Zinedine Zidane punya opsi fantastis di bench pada diri Alvaro Morata dan James Rodriguez.

Kehadiran kedua pemain ini sangat penting. Musim lalu Morata mengemas 20 gol untuk Los Blancos (lebih banyak satu dari Karim Benzema) dan tidak jarang gol yang diciptakannya tercipta di masa-masa krusial. Bagaimana dengan James? Dengan peran pelapis, superstar sepakbola Kolombia ini punya 12 gol dan delapan assist.

Secara khusus El Real jelas merindukan Morata karena Madrid tidak punya lagi stok striker senior, sementara Dani Ceballos masih butuh waktu untuk berada di level James.

Tidak berhenti di sana, Pepe, bek sarat pengalaman yang menghabiskan satu dekade di ibu kota Spanyol juga dilepas. Situasi ini disikapi manajemen dengan tidak mendatangkan pemain baru namun mempromosikan Jesus Vallejo.

Alvaro Morata Chelsea 09092017


RONALDO & BENZEMA TUMPUL


Dengan cederanya Gareth Bale dan menghilangnya Alvaro Morata, Real Madrid sekarang benar-benar menggantungkan harapan pada gol-gol dari Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Sayangnya, kedua penyerang tersebut belum memperlihatkan ketajaman musim ini.

Ronaldo lebih gemilang di Liga Champions dengan torehan lima gol sementara sebiji golnya di La Liga benar-benar tidak menggambarkan karakteristik sang superstar sepakbola milik Portugal ini.

Bagaimana dengan Bezema? Penyerang Prancis ini juga kerap membuang-buang pelaung. Tidak heran, El Real benar-benar sulit mengumpulkan gol.

Tidak ada pertandingan Real Madrid di La Liga yang terlihat seperti ketika mereka menghabisi Barcelona di Piala Super Spanyol. Lini serang Madrid terasa tumpul dan mereka benar-benar harus berubah untuk menjaga kans mempertahankan gelar juara.

Cristiano Ronaldo Karim Benzema Real Madrid Villarreal La Liga


SISTEM ZIDANE TIDAK JELAS


Zinedine Zidane tidak luput dari sorotan. Pelatih asal Prancis ini sukses besar setelah meneruskan pekerjaan Rafa Benitez pada Januari 2016 dengan tujuh trofi sebagai juru taktik Real Madrid termasuk dua gelar Liga Champions beruntun.

Akan tetapi Zidane punya kecenderungan terlalu tergantung pada individu tertentu dan mengandalkan kualitas lini tengah yang dimiliki untuk memenangkan pertandingan. Madrid seharusnya punya skema yang lebih baik.

Tidak ada gaya atau filosofi yang jelas dan Madrid masih terlihat sebagai tim yang mengandalkan serangan balik. Hasilnya, ketika musuh menumpuk pemain di belakang, di saat yang sama kesulitan pasti menghampiri Madrid. 

Dengan sektor gelandang yang mewah, Real Madrid seharusnya bisa bermain lebih efektif dalam membongkar skema pertahanan lawan. Zidane, benar-benar harus meningkatkan kualitas terkait strategi.

Zinedine Zidane Real Madrid

Artikel Selanjutnya:
Timnas Indonesia U-19 Dipantau Pencari Bakat Klub Eropa Di Piala Asia
Artikel Selanjutnya:
Ada Tangan Dingin Andriy Shevchenko Di Balik Kebangkitan Ukraina
Artikel Selanjutnya:
Nicolo Barella, Sensasi Italia Yang Dipantau Manchester United & AC Milan
Artikel Selanjutnya:
Zlatan Ibrahimovic Puji Dampak Wayne Rooney Di D.C. United
Artikel Selanjutnya:
Leonard Tupamahu: Kami Harus Lebih 'Ewako' Dari PSM Makassar
Tutup