Igor Tudor buka-bukaan, mengakui dirinya kapok menjalani peran sebagai asisten pelatih. Mantan bek Juventus ini merupakan orang nomor dua di bawah komando Andrea Pirlo, pelatih Bianconeri yang baru saja dipecat.
Juventus akan menjalani musim baru bersama Massimiliano Allegri, wajah lama yang ditunjuk menggantikan Pirlo untuk kembali menahkodai Cristiano Ronaldo cs.
Seandainya Tudor kembali memiliki kesempatan untuk menjadi asisten pelatih Allegri, dia tidak akan mengambilnya.
Baginya, sudah cukup jadi asisten Pirlo sebagai pelajaran berharga dalam kariernya.
"Itu sulit, tapi pada akhirnya kami berhasil lolos ke Liga Champions dan kami bahkan menjuarai Coppa Italia," tutur Tudor kepada Sportske Novosti.
"Namun mereka [Juventus] mengusir kami," keluh Tudor, yang cukup menyayangkan klub mengenyahkan dirinya dan Pirlo di Allianz Stadium di pengujung musim 2020/21.
"Saya menyesal dan saya kira itu tidak tepat. Namun, saya memutuskan satu hal: saya tidak akan pernah lagi menjadi asisten," tegas Tudor.
"Pirlo memanggil saya gabung Juventus. Begitulah yang terjadi, pernah ada daftar dengan lima nama disusun oleh Juventus dan [Fabio] Paratici menyerahkan keputusan itu pada Pirlo," kenangnya.
"Dia memilih saya. Tapi sejak saat itu, dia sangat dekat dengan [Roberto] Baronio, dia pun membawanya. Dan satu orang lainnya, seorang analis, dan dia memposisikan kami semua pada level yang sama," lanjutnya.
"Itu tidak adil, karena bagaimanapun saya adalah seorang pelatih. Tapi, saya menerimanya karena klub yang menginginkan saya adalah Juventus," tandas Tudor, yang tak lain adalah legenda Juve.
Mengenai kelanjutan karier manajerialnya, Tudor menambahkan: "Sassuolo adalah tempat yang bagus, tapi ini adalah klub yang tertutup. Saya ingin Verona, sebuah klub yang terorganisasi dan Ivan Juric menjalankan tugasnya dengan bagus."


