Tuchel Kovacic ChelseaGetty Images

Thomas Tuchel: Kemenangan Penting! Takkan Ada Yang Mau Lawan Chelsea

Manajer Chelsea Thomas Tuchel memuji performa anak asuhnya pada laga melawan Atletico Madrid, dengan berhasil membawa tim melaju ke perempat-final Liga Champions untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun terakhir selalu gagal.

Kemenangan ini juga membuat The Blues melanjutkan rekor tak terkalahkan menjadi 13 laga awal dengan Tuchel sebagai manajer di Stamford Bridge, menjadikannya yang terlama dalam sejarah klub dengan menyalip 12 laga Luiz Felipe Scolari pada tahun 2008.

“Itu adalah penampilan yang sangat bagus,” ungkap Tuchel dilansir dari laman resmi klub.

“Kami melaluinya dan itu memang pantas. Itu adalah upaya tim yang luar biasa dari para pemain di lapangan, di bangku cadangan dan bahkan orang-orang di tribun!”

“Itu upaya tim yang luar biasa, tak pernah terkalahkan dalam 13 laga ini sangat berarti besar bagi kami.”

Kebersamaan para pemain menjadi kunci kesuksesan The Blues menyingkirkan wakil Spanyol itu.

Mantan manajer Paris Saint-Germain tersebut juga sesumbar bahwa tidak akan ada tim mana pun yang mau bermain melawan Chelsea di babak delapan besar.

“Saya cukup yakin tidak ada yang mau bermain melawan kami di delapan besar. Ini akan menjadi langkah besar tetapi kami tidak perlu takut,” kata Tuchel.

“Para pemain bermain dengan ikatan khusus dan hasil seperti ini memberi Anda keunggulan dan membuat kami memiliki keterikatan.”

Gol pada laga dini hari tersebut dicetak oleh Hakim Ziyech di menit ke-34 dan Emerson Palmieri pada menit ke-94.

Khusus untuk Ziyech, Tuchel sangat senang dengan performa mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut. Kontibusinya di lapangan sangat besar, meskipun ia masih beradaptasi dengan gaya permainan Chelsea.

“Dia (Ziyech) bermain hari ini karena dia melakukannya dengan Ajax dan berhasil mencapai semi-final. Dia memiliki pengalaman yang besar di babak 16 besar, dia tahu bagaimana rasanya tiba di fafse gugur dan lolos ke delapan besar.”

“Alasan kedua dia bermain adalah karena dia pantas mendapatkannya.”

“Kami merindukan Masont Mount dan kami ingin mengganti pekerjaannya dengan Hakim karena kami tahu tim memiliki tiga gelandang serang dengan kualitas diatas rata-rata.”

“Mungkin Hakim sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya kami karena dia suka bermain kreatif dan dia perlu beradaptasi dengan permainan yang terstruktur, tetapi dia memberikan peningkatan yang pesat dan menjadi bagian penting dalam tim.” (*/Yos)

Iklan
0