Pihak Tottenham Hotspur mengonfirmasi, mereka tidak akan lagi dilatih Mauricio Pochettino. Klub memutuskan untuk memecat pria Argentina tersebut.
Pochettino memang berada dalam tekanan menyusul start buruk sepanjang musim ini. Di tabel sementara Liga Primer Inggris, Spurs menghuni urutan ke-14, terpaut 20 poin dari puncak klasemen yang dikuasai Liverpool.
Klub London Utara ini juga tertinggal 11 poin dari penghuni posisi empat besar yaitu Manchester City. Tak hanya itu, Spurs juga gagal memenangkan satu pun dari lima pertandingan terakhirnya di kancah liga.
Mempertimbangkan rentetan hasil yang tak menyenangkan di atas, chairman Tottenham Daniel Levy memastikan pihaknya akan melakukan perubahan di kursi manajer.
"Kami sangat enggan membuat perubahan ini dan ini bukan keputusan direksi yang diambil dengan enteng, juga tergesa-gesa," tuturnya di laman resmi Spurs.
"Hasil di kancah domestik yang disesalkan di pengujung musim lalu dan di awal musim ini sungguh sangat mengecewakan. Ini adalah tanggung jawab direksi untuk mengambil keputusan yang sulit. Terasa amat sangat berat mengingat betapa banyak kenangan yang kami buat bersama Mauricio dan stafnya. Tapi kami melakukan hal ini demi kepentingan terbaik klub," lanjutnya.
"Mauricio dan staf pelatihnya akan selalu menjadi bagian dari sejarah kami. Saya sangat mengagumi cara dia menghadapi masa-masa sulit saat jauh dari kandang sendiri sementara kami membangun stadion baru, dan juga atas kehangatan dan kepositifan yang dibawanya pada klub kami. Saya ingin berterima kasih pada dia dan staf pelatihnya atas seluruh kontribusi mereka. Mereka akan selalu diterima di sini," kata Levy.
Levy menjelaskan, Spurs saat ini membutuhkan energi baru demi mendapatkan semangat baru menyongsong sisa musim 2019/20 dengan lebih baik lagi.
"Kami punya skuad yang bertalenta. Kami perlu mengisi ulang energi dan berupaya memberikan musim yang positif kepada para suporter kami," tandasnya.


