Gabriel Magalhaes membenarkan bahwa ia telah menampik ketertarikan dari klub rival seperti Manchester United dan Chelsea sebelum bergabung dengan Arsenal.
Bek Brasil itu mulai mencuri perhatian saat memperkuat klub Ligue 1 Prancis Lille, hingga akhirnya ditebus Arsenal di angka 25 juta poundsterling pada jendela transfer kemarin.
Meski mendapat ketertarikan dari pihak lain, Gabriel menjatuhkan pilihan kepada Arsenal lantaran klub tersebut merupakan yang menjadi impiannya.
"Saya berusaha untuk tidak terlalu mendengar spekulasi transfer karena [dengan begitu] Anda akan selalu memikirkan soal semua yang terjadi,” kata bek berusia 22 tahun itu kepada Arsenal Player.
“Setelah Arsenal ikut serta [dalam pengejaran], dia [agen] memberi tahu saya tentang klub lain yang juga tertarik, tetapi saya memilih Arsenal karena itu adalah impian bagi saya. Itu adalah klub yang sangat saya sukai dan selalu saya tonton di TV, dengan sejarah yang fantastis.
“Arsenal adalah klub besar, salah satu yang terbesar di dunia, dan saya memberi tahu agen saya sejak awal bahwa jika Arsenal datang menginginkan saya, saya ingin mengenakan jersey itu, bermain di stadion dan merasakan dukungan suporternya karena itu adalah klub yang selalu saya tonton.
“Saya sekarang sangat senang berada di sini hari ini bersama para pemain top. Ini adalah impian masa kecilku."
Setelah sempat dipinjamkan ke Dinamo Zagreb pada 2018, Gabriel selalu percaya bahwa dia akan mencapai puncak.
Dia menambahkan: “Ketika saya masih muda di Avai [klub pertamanya di Brasil], saya menghadapi banyak kesulitan, tetapi saya tidak pernah berhenti bermimpi dan tidak pernah membiarkan kepala saya menunduk. Saya terus bergerak maju dengan dukungan keluarga dan teman-teman saya.
“Ibu saya agak takut ketika saya pergi ke Avai karena itu kota yang berbeda, jadi itu sulit. Dia menangis dan ingin saya kembali karena wajar jika seorang ibu ingin menjaga putranya, tetapi dia telah melihat hasilnya hari ini dan sangat bahagia.
“Sangat sulit pada awalnya ketika saya tiba di Lille [pada 2016] karena saya berada di kota di mana saya tidak berbicara bahasanya dan masih sangat muda, jadi itu sulit. Saya belajar banyak di sana.
“Setelah pinjaman saya di Troyes dan Dinamo Zagreb, saya benar-benar menjadi dewasa. Ketika saya kembali ke Lille, saya lebih dewasa dan lebih akrab dengan Eropa dan gaya permainannya.
“Ketika saya mulai bermain, Puji Tuhan saya bisa melakukannya secara reguler dan menampilkan penampilan yang bagus, membantu Lille mencapai Liga Champions. Itu sangat memuaskan bagi saya."
Di Arsenal, Gabriel diikat kontrak hingga Juni 2025.


